Sabtu, 2 Mei 2026
Daerah  

PKS Sulteng Kehilangan Sosok Dermawan, Erni Yulianti Berpulang ke Rahmatullah

PKS SULTENG
Personel kepanduan mengusung jenazah Ketua BKAP PKS Sulteng, Erni Yulianti, dari rumah duka menuju masjid untuk disalatkan sebelum dimakamkan di pekuburan Pogego, Palu Barat, Kamis (26/02/26). FOTO: Humas PKS Sulteng

PALU,netiz.id — Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Keluarga besar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Tengah tengah berduka. Ketua Bidang Kaderisasi Anggota Partai (BKAP) DPTW PKS Sulteng, Erni Yulianti, berpulang ke rahmatullah pada Rabu (25/02/26).

Almarhumah yang juga istri dari almarhum Ustadz Muhammad Ali Lamu itu dimakamkan pada Kamis (26 Februari 2026), tepat di samping makam sang suami. Ratusan pelayat mengantar kepergian sosok yang dikenal sebagai murabbiyah dan penggerak awal dakwah tarbiyah di Sulawesi Tengah tersebut. Para pelayat tidak hanya berasal dari Kota Palu, tetapi juga dari berbagai daerah di Sulteng.

Prosesi pelepasan jenazah berlangsung khidmat dan penuh haru. Jenazah almarhumah diusung oleh personel kepanduan dari rumah duka menuju masjid untuk disalatkan, sebelum akhirnya diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhir di pekuburan Pogego, Palu Barat.

Di mata para kader, Ustadzah Erni sapaan akrabnya bukan sekadar pengurus partai. Ia dikenal sebagai sosok ibu bagi para kader, tempat berbagi cerita dan mengadu persoalan, baik terkait dakwah, keluarga, maupun kesulitan ekonomi. Kepeduliannya kepada sesama menjadi salah satu warisan keteladanan yang terus dikenang.

Ketua DPW PKS Sulteng, Muhammad Wahyuddin, dalam tausiah dan testimoninya menyampaikan bahwa almarhumah merupakan seorang mualaf kelahiran Solo, Jawa Tengah, yang berasal dari keluarga cukup mapan.

“Beliau meninggalkan kenyamanan hidupnya setelah mendapatkan hidayah dan memilih menikah dengan almarhum Ustadz Muhammad Ali Lamu, Lc. Sejak itu, beliau memulai kehidupan baru dari titik nol bersama suaminya untuk perjuangan dakwah,” ungkapnya.

Perjalanan dakwah pasangan tersebut di Sulawesi Tengah tidaklah mudah. Dengan fasilitas yang terbatas pada masa-masa awal, keduanya harus berpindah-pindah kontrakan dan membangun jaringan dakwah dari bawah. Namun, segala keterbatasan itu dijalani dengan kesabaran dan keyakinan penuh terhadap janji Allah.

Tak hanya aktif dalam pembinaan kader, Erni Yulianti juga dikenal sebagai sosok yang dermawan. Setiap rezeki yang diperoleh selalu disisihkan untuk membantu mereka yang membutuhkan. Bahkan setelah ditinggal wafat sang suami, semangatnya untuk membantu sesama tak pernah surut.

Ratusan orang yang hadir menyolatkan dan mengantar almarhumah menjadi saksi bahwa hidupnya diabdikan sepenuhnya untuk perjuangan dakwah. Ia dan sang suami meninggalkan dunia dalam kesederhanaan, namun dengan jejak kebaikan yang mendalam di hati banyak orang.

Kepergian Erni Yulianti menjadi kehilangan besar bagi PKS Sulteng dan dunia dakwah di daerah ini. Doa dan harapan terbaik mengiringi kepergiannya, semoga Allah SWT melapangkan kuburnya dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. (KB/*)