DONGGALA,netiz.id – Moh Taufik terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Donggala untuk lima tahun ke depan dalam Musyawarah Besar yang digelar pada Rabu (5/2/2025) di Ruang Kasiromu, Kantor Bupati Donggala.
Upik, sapaan akrabnya, dikenal sebagai seniman teater sejak duduk di bangku kuliah. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya memajukan Dewan Kesenian Donggala yang selama ini dinilainya kurang berkembang.
“Saya datang ke sini awalnya hanya untuk menghadiri acara. Namun, di sisi lain, saya juga sadar bahwa Dewan Kesenian Donggala perlu dimajukan. Selama beberapa generasi, para pemimpinnya tidak banyak berbuat untuk perkembangan seni dan budaya. Kenapa? Karena, menurut saya, ekspektasi kita terlalu tinggi,” ujar Upik, yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Donggala periode 2024-2029.
Menurutnya, banyak seniman terlalu fokus menggelar festival besar, sementara akar budaya justru semakin terkikis.
“Sebagai seniman, yang ada di benak kita adalah bagaimana cara membuat festival besar. Tapi di situ ada kesalahan. Kita terlalu fokus pada festival yang megah, sementara budaya kita perlahan hilang. Apa yang sebenarnya ingin kita lestarikan? Jika hanya menggelar festival musik rock, apa yang tersisa? Setelah acara selesai, yang ada hanyalah sampah dan uang yang dihasilkan. Kita bersusah payah mencari dana, tapi hasilnya hanya sebatas itu,” jelasnya.
Upik menegaskan bahwa keberanian dalam berkesenian harus tercermin dalam penyelenggaraan agenda yang berkelanjutan. Oleh karena itu, ia mengajukan satu syarat sebelum menerima jabatan sebagai Ketua Dewan Kesenian Daerah Donggala, yaitu perubahan nama menjadi Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Donggala.
“Ketika kita berbicara tentang kesenian, kita tidak bisa melepaskannya dari kebudayaan,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya akses dan dukungan dari pemerintah daerah.
“Saya tahu ini terlambat karena APBD sudah diketok. Namun, jika Dewan Kesenian Donggala mampu berkoordinasi dengan baik, saya yakin ada alokasi anggaran yang bisa dimanfaatkan untuk kemajuan seni dan budaya,” pungkasnya. (KB)






