DONGGALA,netiz.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Donggala, dalam upaya memajukan sektor peternakan, telah menjalankan inisiatif strategis untuk meningkatkan populasi sapi lokal unggul, khususnya Sapi atau Lembu Donggala.
Langkah ini dipicu oleh pengakuan Kementerian Pertanian terhadap sapi Donggala sebagai salah satu varietas lokal unggul, sebagaimana tercantum dalam SK Kementan Nomor 166 tahun 2014.
Kepala Dinas (Kadis) Peternakan dan Kesehatan Hewan, Hari Soetjahyo, ketika dihubungi media ini di ruang kerjanya pada hari Senin (30/10/23), menyatakan bahwa untuk mendukung percepatan pengembangan sapi Donggala, Pemda Donggala menjalin kerja sama dengan Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari, Kabupaten Malang.
“Kerja sama ini bertujuan untuk mengoptimalkan sumber daya genetika sapi Donggala melalui uji coba produksi semen beku (Sperma sapi) serta aplikasi inseminasi buatan atau kawin suntik,” ucapnya.
Lebih lanjut, Hari mengatakan bahwa pada tahun 2021, Pemda Donggala telah melakukan kerja sama dengan Balai Besar Singosari, yang ditandatangani oleh Bapak Bupati, Kasman Lassa, dan Kepala Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari, Kresno Suharto. Perjanjian kerja sama tersebut ditetapkan dalam nomor 524/0596/DisnaKeswan, dengan nomor: B-06002/hk.230/f2.k/10/2021.
Menurutnya, perjanjian tersebut, Pemda Donggala akan mengirimkan pejantan sapi yang telah melalui seleksi oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, didampingi oleh dokter hewan dari Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari, Malang. Sebanyak 3 ekor sapi telah dikirim setelah melalui seleksi dengan rata-rata usia 3 tahun dan berat badan sekitar 350 kg.
“Salah satu poin dalam perjanjian tersebut menyatakan bahwa setelah produksi semen beku, Pemda Donggala berhak atas 20% dari hasil produksi tersebut, yang akan dikirim kembali ke Pemda Donggala untuk uji coba melalui kawin suntik,” katanya.
Pada tahun 2023, lanjut Hari, hasil kerja sama tersebut telah menghasilkan 2.593 dosis semen beku yang tiba di Donggala pada bulan Agustus. Uji coba telah dilakukan di beberapa kecamatan seperti Dampelas, Balaesang, Sirenja, Sindue, Labuan, Tanantovea, Banawa, Banawa Tengah, dan Banawa Selatan.
“Sapi Donggala memiliki keunggulan dalam kemampuan adaptasi. Meskipun pejantan yang dipelihara secara intensif memiliki berat badan sekitar 620 kilogram, namun untuk tujuan pendaging, sapi Donggala mampu mencapai berat badan 700 hingga 800 kilogram. Hal ini menunjukkan bahwa sapi Donggala, meskipun merupakan sapi lokal, memiliki daya saing dengan sapi dari luar seperti Brahman dan lainnya. Kelebihan lainnya adalah kemampuan adaptasi terhadap cuaca ekstrem,” tuturnya.
Melalui kerja sama ini, Kadis Peternakan berharap genetika sapi Donggala dapat bersaing dengan sapi lokal lainnya, seperti sapi Bali, sapi Aceh, dan sapi Madura. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat menghasilkan sekitar 10.000 dosis semen beku dalam 3 tahun, yang diperkirakan akan menghasilkan sekitar 5.000 ekor sapi. Hal ini menjadi lebih efisien dalam pengembangan sapi dibandingkan dengan pengadaan ternak.
“Dan pada tanggal 25 September 2023, dilakukan penandatanganan serah terima hibah tiga ekor sapi Donggala kepada Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari, Malang, agar pemeliharaannya lebih terfokus. Semua proses telah berjalan lancar,” ucapnya.
“Kami juga berharap kerja sama ini akan membawa kemajuan dalam pengembangan sapi Donggala serta memperbaiki mutu genetika sapi tersebut, yang diharapkan juga dapat mendukung sebagai penyangga dalam rencana Ibu kota Nusantara (IKN) di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur,” tutupnya. (KB)






