Sabtu, 2 Mei 2026
Sports  

Turnamen Papa Idam Cup IV Berujung Kekerasan, Wasit Resmi Polisikan Pelaku

Papa Idam Cup IV
Wasit Akbar Setiawan mengeluarkan kartu merah dalam laga Sinar Laut vs Beringin Putra pada Turnamen Papa Idam Cup IV di Lapangan Mini Kabonga Utama, Banawa, Rabu (03/12/25). FOTO: tangkapan layar video

DONGGALA,netiz.id — Gelaran Turnamen Papa Idam Cup IV di Kabupaten Donggala kembali menyita perhatian, bukan karena jalannya pertandingan, melainkan insiden kekerasan yang menimpa pengadil lapangan. Seorang wasit bernama Akbar Setiawan resmi melaporkan dugaan penganiayaan yang terjadi usai memimpin laga antara Sinar Laut melawan Beringin Putra di Lapangan Mini Kabonga Utama, Kelurahan Kabonga Kecil, Kecamatan Banawa, Rabu (03/12/25).

Akbar yang bertugas sebagai wasit utama mengaku dianiaya oleh beberapa orang saat pertandingan babak kedua masih berlangsung. Kejadian itu terjadi sekitar pukul 16.30 WITA. Dalam laporan kepolisian, para terlapor disebut berinisial MA, AU, dan NB, yang diduga melakukan pemukulan terhadap dirinya.

Akibat aksi kekerasan tersebut, Akbar mengalami luka memar di pipi kanan serta benjol di bagian belakang kepala. Merasa keberatan dan mengalami rasa sakit akibat tindakan tersebut, ia kemudian mendatangi SPKT Polda Sulawesi Tengah pada malam harinya untuk membuat laporan resmi.

Laporan itu diterima dan dicatat dengan Nomor: STTLP/332/XII/2025/SPKT/POLDA SULTENG. Dalam dokumen tersebut dijelaskan bahwa penganiayaan yang dialami korban masuk dalam dugaan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 351 KUHP.

“Pelapor menerangkan bahwa dirinya dipukul menggunakan tangan oleh para terlapor hingga mengalami luka memar dan benjol pada bagian kepala,” demikian tertulis dalam uraian laporan.

Surat Tanda Penerimaan Laporan tersebut ditandatangani oleh pelapor dan diketahui oleh KA SPKT Polda Sulteng, Ipda Jeni Lanytodago Said, S.Sos. Pihak kepolisian memastikan bahwa proses penanganan perkara akan ditindaklanjuti sesuai prosedur.

Perkembangan penanganan kasus ini dapat dipantau melalui SP2HP Bareskrim Polri oleh pihak pelapor. Sementara itu, insiden ini menambah catatan hitam kekerasan terhadap perangkat pertandingan di tingkat lokal, sekaligus menjadi perhatian bagi penyelenggara turnamen agar keamanan wasit dan pemain dapat lebih diperhatikan.

Kasus ini kini memasuki tahap penyelidikan di Polda Sulawesi Tengah. (KB)