Kamis, 9 Juli 2026
Sports  

Liverpool Dipermalukan PSV 1–4 di Anfield, Tren Negatif Berlanjut di Liga Champions

Liverpool
Pemain Liverpool berduel dengan pemain PSV Eindhoven dalam laga fase grup Liga Champions di Anfield. FOTO: (IG) PSV

LIVERPOOL,netiz.id — Liverpool kembali gagal bangkit di hadapan publiknya sendiri. Setelah sebelumnya menelan kekalahan di liga domestik, The Reds harus menerima kenyataan pahit usai dibekuk PSV Eindhoven 1–4 pada laga Liga Champions fase grup babak kelima di Anfield, Kamis (27/11/25) dini hari WIB.

Hasil ini memperpanjang tren negatif Liverpool saat bermain di kandang, sekaligus membuat posisi mereka di klasemen semakin terpuruk. Dari lima pertandingan, Liverpool kini tercecer di posisi ke-13 dengan 9 poin. Sementara itu, kemenangan besar ini membawa PSV naik ke posisi ke-14 dengan 8 poin, menjaga asa lolos ke fase gugur.

Jalannya Pertandingan: Liverpool Gugup, PSV Lebih Efektif

Pertandingan dimulai dengan tekanan tinggi dari PSV. Baru empat menit laga berjalan, serangan beruntun tim tamu memaksa pertahanan Liverpool panik. Virgil van Dijk melakukan handball di kotak terlarang, membuat PSV mendapat hadiah penalti. Ivan Perisic yang maju sebagai eksekutor sukses menaklukkan Mamardashvili untuk membawa PSV unggul 0–1.

Liverpool sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-16 lewat Dominik Szoboszlai, yang memanfaatkan bola rebound di mulut gawang. Namun setelah itu, performa The Reds tak kunjung membaik. Mereka lebih banyak ditekan dan kesulitan mengalirkan bola secara efektif.

Memasuki babak kedua, PSV tampil semakin percaya diri. Guus Til mencetak gol kedua mereka di menit ke-56, dilanjutkan dua gol tambahan dari Couhaib Driouech pada menit ke-73 dan 90+1 yang mematikan perlawanan Liverpool.

Sementara itu, para pemain Liverpool seperti Salah, Gakpo, Chiesa hingga Isak beberapa kali mendapat peluang, namun penyelesaian akhir yang buruk dan ketangguhan kiper PSV, Matej Kovar, membuat mereka tak mampu menambah gol.

Tak seperti biasanya, Liverpool terlihat limbung bermain di kandang sendiri. Koordinasi lini belakang mudah terbaca, umpan-umpan di lini tengah sering terputus, dan pressing mereka tidak seefektif musim-musim sebelumnya. Tren negatif di Anfield ini menjadi alarm serius bagi skuad asuhan pelatih yang tengah mendapat sorotan tajam tersebut.

Kekalahan ini semakin menyulitkan Liverpool dalam bersaing untuk tiket babak 16 besar Liga Champions. Dengan satu laga tersisa, peluang mereka masih terbuka namun kini bergantung pada hasil tim lain. (KB)