JAKARTA,netiz.id — Kontingen Sulawesi Tengah (Sulteng) datang dengan semangat tinggi untuk berlaga di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XVII dan Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas) XI Tahun 2025, yang resmi dibuka oleh Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, di Jakarta International Velodrome, Minggu (02/11/25).
Ribuan atlet dari seluruh Indonesia memadati arena pembukaan yang berlangsung meriah. Parade kontingen dari 38 provinsi menambah semarak dan memperkuat semangat sportivitas antar peserta. Hadir dalam kesempatan itu Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, serta Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, yang turut memberikan dukungan dan semangat kepada para atlet muda.
Dalam sambutannya, Pramono menegaskan bahwa Popnas dan Peparpenas bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan wadah pembentukan karakter, disiplin, dan sportivitas generasi muda Indonesia.
“Semangat pantang menyerah dan kerja keras adalah jalan menuju prestasi. Kita berharap Popnas dan Peparpenas ini tidak hanya sukses dalam pelaksanaan, tetapi juga sukses dalam prestasi,” ujar Pramono.
Tahun ini, Popnas XVII diikuti 7.000 atlet dan ofisial dari seluruh provinsi, mempertandingkan 23 cabang olahraga. Sementara Peparpenas XI diikuti 140 atlet dan ofisial dari 4 cabang olahraga, dengan mengusung tema “Berprestasi untuk Negeri.”
Kontingen Sulawesi Tengah menjadi salah satu peserta yang menarik perhatian. Dengan membawa semangat “Sulteng Nambaso” yang berarti “Sulawesi Tengah Bangkit” mereka bertekad tampil maksimal dan membawa pulang medali bagi daerahnya.
Dihubungi terpisah, Ketua Kontingen Sulteng, Irvan Aryanto, menyampaikan optimismenya terhadap peluang atlet-atlet muda Sulteng dalam ajang nasional tersebut.
“Kami datang dengan semangat juang tinggi. Anak-anak sudah berlatih keras, dan target kami tentu membawa pulang medali untuk Sulawesi Tengah,” kata Irvan.
Kontingen Sulteng menurunkan 183 atlet dan ofisial dari 16 cabang olahraga Popnas, serta 16 atlet dan ofisial dari 2 cabang olahraga Peparpenas. Sejumlah cabang unggulan seperti bola basket, sepak takraw, atletik, dan pencak silat menjadi tumpuan perolehan medali.
Popnas dan Peparpenas 2025 menjadi momentum penting bagi kebangkitan olahraga pelajar Indonesia, termasuk bagi Sulawesi Tengah yang terus berbenah dalam pembinaan atlet usia dini.
Dengan semangat kebersamaan dan sportivitas tinggi, para atlet muda Sulteng diharapkan mampu menorehkan prestasi terbaik dan mengharumkan nama daerah di panggung nasional.
“Popnas bukan hanya tentang kemenangan, tapi juga pembuktian bahwa anak-anak daerah bisa bersaing dan berprestasi,” tutup Irvan. (KB/*)





