Kamis, 30 Juli 2026

Fluminense Tertahan Imbang di Maracanã, Kiper Bahia Jadi Pahlawan Liga Brasil

Fluminense Tertahan Imbang

RIO DE JANEIRO, NETIZ – Fluminense FC tertahan imbang tanpa gol 0-0 saat menjamu EC Bahia di Stadion Maracanã, Rio de Janeiro, dalam laga pekan ke-21 Serie A Brasil pada 29 Juli . Hasil ini memperpanjang tanpa kemenangan Flu menjadi lima pertandingan beruntun.

Meskipun tampil di hadapan pendukung sendiri, Fluminense gagal memanfaatkan sejumlah peluang emas yang mereka ciptakan. Statistik menunjukkan dominasi dengan 58% penguasaan bola dan total 17 tembakan. Namun, kiper Bahia, Ronaldo, menjadi tembok penghalang yang tak tertembus, melakukan 10 penyelamatan gemilang sepanjang pertandingan, membuat Fluminense tertahan imbang.

Hasil imbang ini sangat merugikan bagi Fluminense yang tengah berjuang di papan atas klasemen. Mereka kini mencatat lima laga beruntun tanpa kemenangan, menambah tekanan besar bagi pelatih Luis Zubeldía. Posisi Fluminense tetap di peringkat keempat dengan 34 poin, namun jarak dengan tim-tim di bawahnya semakin menipis setelah Fluminense tertahan imbang ini.

Di sisi lain, satu poin berharga ini menjadi pencapaian signifikan bagi EC Bahia. Berkat performa solid di lini belakang dan heroik Ronaldo, Bahia berhasil menahan gempuran Fluminense. Kini, Bahia ke posisi kelima dengan 32 poin, melampaui Red Bull Bragantino dan semakin mendekat ke zona kualifikasi Copa Libertadores.

“Kami menciptakan banyak peluang, tetapi tidak cukup klinis di depan gawang. Kami harus segera mengakhiri tren tanpa kemenangan ini,” kata Luis Zubeldía, Pelatih Fluminense, usai pertandingan.

“Kami tahu Fluminense akan menekan, tetapi tim bertahan dengan disiplin. Ronaldo tampil luar biasa dan memberi kami satu poin berharga,” ujar Rogério Ceni, Pelatih Bahia.

Laga yang berakhir 0-0 ini menunjukkan ketatnya persaingan di Serie A Brasil. Meskipun Fluminense tertahan imbang dan kehilangan dua poin, performa kiper Bahia menjadi sorotan utama. Kedua tim akan melanjutkan perjuangan mereka di kompetisi domestik dengan target berbeda, menambah daya tarik liga kasta tertinggi di Negeri Samba tersebut. (KB/*)