Kamis, 30 Juli 2026

Layanan Penanganan Stroke di Kota Palu Diperkuat Lewat Kolaborasi Angels Initiative

Layanan Penanganan Stroke di Kota Palu

, NETIZ, Imelda Liliana Muhidin, menerima kunjungan Angels Initiative guna memperkuat penanganan stroke di Kota Palu pada Kamis (30/07). Pertemuan tersebut membahas langkah strategis untuk meningkatkan kualitas fasilitas medis serta kesadaran terhadap penanganan dini penderita stroke.

Perwakilan Angels Initiative sekaligus Konsultan Pelayanan Stroke Rumah Sakit wilayah Kalimantan dan Sulawesi, dr. Fransiska Kristina, menyebutkan bahwa kesiapan rumah sakit di Palu kini jauh lebih baik. Ia menilai ketersediaan tenaga medis dan obat-obatan khusus stroke sudah cukup mumpuni untuk melayani warga secara optimal.

“Kami berharap masyarakat segera datang ke rumah sakit ketika muncul gejala stroke. Penanganan terbaik dapat diberikan apabila pasien tiba di rumah sakit dalam waktu kurang dari 4,5 jam sejak gejala pertama muncul,” kata dr. Fransiska Kristina, Konsultan Angels Initiative.

Dr. Fransiska menekankan pentingnya mengenali gejala awal seperti kelemahan di satu sisi tubuh, bicara pelo, atau bentuk mulut yang berubah mencong. Jika gejala ini muncul, masyarakat diminta segera menuju Instalasi Gawat Darurat guna mendapatkan layanan penanganan stroke di Kota Palu yang tepat waktu.

Saat ini, dua fasilitas utama yang sanggup memberikan terapi trombolisis adalah RSUD Anutapura Palu dan RSUD Undata. Terapi ini berfungsi melarutkan sumbatan pembuluh darah otak dan sangat efektif menekan risiko kecacatan permanen jika dilakukan dalam periode .

Pemerintah juga memastikan bahwa seluruh biaya pengobatan stroke, termasuk tindakan medis darurat dan terapi trombolisis, telah ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Hal ini diharapkan mampu menghilangkan kekhawatiran warga terkait kendala biaya saat menghadapi situasi darurat medis.

“Kolaborasi antara pemerintah daerah, rumah sakit, dan mitra kesehatan adalah langkah strategis untuk memperkuat edukasi masyarakat agar mengenali gejala stroke sejak dini,” kata Imelda Liliana Muhidin, Wakil Wali Kota Palu.

Melalui kerja sama ini, layanan penanganan stroke di Kota Palu diharapkan dapat menekan angka kematian dan tingkat kecacatan. Sinergi ini menjadi komitmen pemerintah dalam menghadirkan akses kesehatan yang lebih cepat dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat. (KB/*)