Sabtu, 2 Mei 2026

Warga Tonggolobibi, Donggala, hilang terseret arus saat hendak menyeberangi sungai.

TIM SAR Gabungan
Suasana saat TIM SAR Gabungan melakukan pencarian terhadap warga desa tonggolobibi yang hilang terseret arus sungai. Photo: ist

DONGGALA,netiz.idSuardi (77) Seorang warga Desa Tonggolobibi, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala, terseret arus sungai saat hendak menyeberang sungai pada Sabtu (4/05/24). Kejadian ini terjadi pada Sabtu pagi sekitar pukul 07.00 WITA ketika korban hendak pergi ke kebun melalui jalan setapak. Dalam upaya mempercepat perjalanannya, korban memutuskan untuk menyeberangi sungai. Namun, karena arus sungai sangat deras, korban terseret arus dan hanyut.

Andrias Hendrik Johannes menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan tersebut pada Sabtu siang. “Kami menerima laporan dari salah satu anggota BPBD Donggala. Tim penyelamat dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu telah tiba di Desa Tonggolobibi sekitar pukul 20.30 WITA,” ungkap Andrias.

Tim penyelamat kemudian berkoordinasi dengan keluarga korban dan aparat desa setempat. “Pada malam hari itu, kami melakukan koordinasi dan penilaian bersama dengan tim SAR. Kondisi cuaca di lokasi kurang mendukung, sehingga kami memutuskan untuk melanjutkan pencarian pada pagi hari besok,” jelas Takdir Zulkifli selaku Koordinator Lapangan.

Pada Minggu (5/5/2024) pukul 07.00 WITA, tim SAR gabungan melakukan briefing dan membagi tim menjadi 3 bagian dengan area pencarian sebagai berikut:

– SRU 1, melakukan pencarian di sungai di area lokasi kejadian dengan menggunakan perahu karet dari Basarnas.

– SRU 2, melakukan pencarian di area sungai lokasi kejadian sesuai dengan titik koordinat yang telah ditentukan dengan menggunakan perahu karet dari BPBD.

– SRU 3, melakukan pencarian dengan penyisiran di sisi kiri dan kanan sungai sejauh 2 km.

Setelah pembagian tim, masing-masing tim melakukan pencarian sesuai dengan titik yang telah ditentukan dalam perencanaan operasi SAR. Tim penyelamat gabungan terdiri dari anggota Basarnas Palu, Polsek Sojol, Babinsa, BPBD Donggala, Pemerintah Desa, dan masyarakat setempat. (*)