Sabtu, 27 Juni 2026
Daerah  

Penguatan Kelembagaan Desa, DPMD Donggala Gelar Bimtek SISKEUDES Versi 2.0.6-Online

Fauziah
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Fauziah. FOTO: netiz.id (Akib).

PALU,netiz.idPemerintah Kabupaten Donggala melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kelembagaan Desa dalam Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES) Versi 2.0.6-Online. Kegiatan yang dilaksanakan di Citra Mulia Hotel, Kota Palu, pada Kamis Malam (10/10/24) ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Pj Bupati Donggala, Moh Rifani, serta melibatkan 100 operator dari 50 desa di wilayah Kabupaten Donggala.

Dalam laporannya, Kepala Dinas PMD Kabupaten Donggala, Fauziah, menjelaskan bahwa Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para perangkat desa terkait pengelolaan keuangan desa yang lebih transparan, akuntabel, partisipatif, dan tertib administrasi. “Kami menyampaikan ucapan selamat datang kepada para Kaur Keuangan dan Operator SISKEUDES se-Kabupaten Donggala, yang akan mengikuti kegiatan penting ini,” ujarnya.

Bimtek ini merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam mempermudah implementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa. Aplikasi SISKEUDES, yang dikembangkan oleh Kementerian Dalam Negeri bersama BPKP, menjadi alat bantu penting bagi pemerintah desa dalam menjalankan regulasi tersebut.

Kegiatan Bimtek ini dilaksanakan dalam tiga gelombang, dengan total peserta mencapai 316 orang dari 158 desa dan 16 kecamatan di Kabupaten Donggala. Setiap gelombang akan berlangsung selama empat hari. Gelombang pertama dilaksanakan pada 10-13 Oktober 2024 di Citra Mulia Hotel, gelombang kedua pada 11-14 Oktober di Hotel Sutan Raja, dan gelombang ketiga pada 14-17 Oktober kembali di Citra Mulia Hotel.

Adapun biaya pelaksanaan Bimtek ini dibebankan pada APBD Kabupaten Donggala tahun 2024 melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

“Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap para operator dan perangkat desa dapat lebih memahami cara menggunakan SISKEUDES secara optimal sehingga dapat meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan di desa masing-masing,” kata Fauziah. (KB)