Kamis, 30 Juli 2026
Daerah  

Pemprov Sulteng Siapkan Kampung Siaga Bencana dan Tagana Masuk Sekolah

Pemprov Sulteng
Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si (tengah) bersama Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulteng, Farid Yotolembah (kedua kiri), dan perwakilan Direktorat PSKBA Kementerian Sosial RI usai audiensi membahas program Kampung Siaga Bencana, Tagana Masuk Sekolah, dan Lumbung Sosial di Kantor Gubernur Sulteng, Senin (03/11/25). FOTO: istimewa

,netiz.idPemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana alam. Melalui kerja sama dengan Republik Indonesia (Kemensos RI), Pemprov Sulteng menyiapkan pelaksanaan program Kampung Siaga Bencana (KSB), Tagana Masuk Sekolah (), dan Lumbung Sosial (Lumsos) di wilayah rawan bencana.

Rencana tersebut dibahas dalam audiensi antara Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., dengan Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kemensos RI yang turut dihadiri Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulteng, Farid Yotolembah, di Ruang Kerja , Senin (03/11/25).

Fokus utama program akan dimulai di Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara, sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi bencana cukup tinggi. Program ini dirancang tidak hanya untuk memperkuat kesiapan teknis masyarakat dalam menghadapi bencana, tetapi juga untuk menumbuhkan kesadaran sosial dan semangat gotong royong dalam upaya penyelamatan dini.

Perwakilan Direktorat PSKBA Kemensos RI, Muh. Haykal, menjelaskan bahwa kegiatan Tagana Masuk Sekolah (TMS) akan dilaksanakan di 10 sekolah di wilayah tersebut.

“Melalui program TMS, kami ingin menanamkan pemahaman sejak dini kepada siswa tentang langkah-langkah menghadapi bencana. -anak sekolah perlu dibekali kemampuan dasar penyelamatan diri dan kesadaran pentingnya kesiapsiagaan,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Sosial RI dalam memperkuat ketangguhan masyarakat di Sulawesi Tengah. Ia menegaskan bahwa upaya mitigasi bencana merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi lintas sektor.

“Sulawesi Tengah sudah beberapa kali mengalami bencana besar. Karena itu, kita harus belajar dan berbenah dengan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat. Pemerintah provinsi akan mendukung penuh langkah Kemensos dalam membangun daerah tangguh bencana,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gubernur berharap agar program KSB, TMS, dan Lumbung Sosial tidak hanya berhenti di satu lokasi, tetapi dapat dikembangkan secara berkelanjutan di kabupaten dan kota lainnya di Sulawesi Tengah. Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan pemerataan upaya perlindungan sosial dan kesiapsiagaan di seluruh wilayah provinsi.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, Sulawesi Tengah diharapkan mampu menjadi provinsi tangguh bencana yang siap menghadapi berbagai potensi ancaman alam dengan cepat, tepat, dan terkoordinasi. (KB/*)