Minggu, 3 Mei 2026
Daerah  

Gubernur Sulteng Tegaskan Perusahaan Harus Bertanggung Jawab atas Kerusakan Jalan

Anwar Hafid
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid (tengah), menyampaikan sambutan dalam kegiatan “Ngopi: Ngobrol Produktif Bersama Pers” yang digelar di Tanaris Coffee, Kota Palu, Sabtu (10/05/25). FOTO: istimewa

PALU,netiz.id – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan yang menyebabkan kerusakan jalan harus bertanggung jawab memperbaikinya. Hal ini disampaikan dalam diskusi bersama awak media dalam program BERANI Ngopi (Bersama Anwar-Reny Ngobrol Inspirasi), Sabtu (10/05/25), di Tanaris Coffee, Jalan Juanda, Kota Palu.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, seluruh kepala dinas provinsi, dan puluhan wartawan. Diskusi berlangsung santai namun berisi, membahas berbagai kritik dan masukan dari insan pers terhadap kinerja pemerintah.

Dalam dialog tersebut, Gubernur Anwar menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang rusak akibat aktivitas perusahaan. Ia menegaskan bahwa perusahaan wajib memperbaiki jalan yang mereka rusak, dan bila pemerintah yang turun tangan memperbaikinya, maka jalan tersebut tidak boleh lagi digunakan oleh perusahaan.

“Jalan-jalan yang rusak akibat perusahaan, saya minta mereka yang perbaiki. Kalau tidak, pemerintah yang akan perbaiki, tapi jangan lagi dilewati oleh perusahaan,” tegas Anwar.

Ia juga menginstruksikan kepada Kepala Balai Jalan agar tidak melakukan perbaikan sebelum pihak perusahaan bertindak.

“Saya sudah sampaikan ke Kepala Balai, jangan diperbaiki dulu. Biarkan mereka yang tanggung jawab,” ujarnya.

Anwar mengapresiasi PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) yang telah memperbaiki jalan yang digunakan mereka sebelumnya. Ia berharap langkah tersebut menjadi contoh bagi perusahaan lain di Sulawesi Tengah.

“Kami akan terus berkomunikasi dengan pihak perusahaan agar mereka ikut serta dalam memperbaiki fasilitas publik yang mereka gunakan,” tambahnya.

Program BERANI Ngopi menjadi ruang terbuka antara pemerintah dan media untuk menyampaikan aspirasi, kritik, serta mencari solusi bersama demi pembangunan yang lebih baik di Sulawesi Tengah. (KB)