Rabu, 29 Juli 2026

Kematian Sutrimo: Komnas HAM Dukung Polda Metro Jaya Ungkap Kasus Misterius

Kematian Sutrimo

JAKARTA, NETIZ secara resmi memberikan penuh kepada Polda Metro Jaya untuk mengusut tuntas misteri kematian Sutrimo yang ditemukan tidak bernyawa di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pria berusia 42 tahun asal Banyumas tersebut ditemukan dalam kondisi mengenaskan di depan sebuah klinik kecantikan pada 23/07/2026 dengan mulut berbusa.

Penemuan jasad ini memicu perhatian luas karena korban diduga memiliki keterkaitan profesional dengan mantan Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah. Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan olah TKP ulang serta memeriksa rekam medis guna mendalami penyebab pasti kematian Sutrimo yang dinilai janggal oleh berbagai pihak.

“Mendorong dan mendukung kepolisian untuk melakukan penyelidikan,” kata Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah.

“Kita dukung , dalam hal ini kepolisian, untuk mengusut tuntas kasus ini supaya penyebab kematiannya terang benderang. Untuk saat ini kita akan monitor dulu penanganan kepolisian,” kata Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Saurlin P. Siagian.

Selain dukungan lembaga hak asasi manusia, Komisi III juga mendesak agar proses hukum berjalan transparan tanpa ada yang ditutup-tutupi. Hingga saat ini, tim gabungan Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih mendalami keterangan saksi terkait kematian Sutrimo di lokasi Kramat Pela yang diketahui sudah lama tidak beroperasi tersebut. (KB/*)