KUMAMOTO, NETIZ – Gempa Kumamoto berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang wilayah Pulau Kyushu, Jepang, pada Selasa 28/07 pukul 16.27 waktu setempat. Bencana alam yang berpusat di darat ini sempat memicu peringatan tsunami namun akhirnya dicabut oleh otoritas terkait setelah dua jam pemantauan.
Sedikitnya 50 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan atau terjebak dalam rumah yang roboh. Gempa Kumamoto juga menyebabkan 12 rumah hancur total serta memicu kebakaran di sejumlah titik pemukiman warga di Prefektur Kumamoto.
Sektor transportasi lumpuh total setelah Badan Meteorologi Jepang (JMA) melaporkan guncangan hebat di kedalaman 10 kilometer. Layanan kereta cepat Shinkansen dihentikan sementara sementara 14 penerbangan maskapai JAL dan ANA dibatalkan di Bandara Kumamoto demi alasan keamanan.
Sekitar 45.000 rumah tangga kini mengalami pemadaman listrik total akibat jaringan kabel yang terputus di berbagai lokasi. Perusahaan raksasa seperti Sony dan TSMC mulai melakukan pemeriksaan ketat pada fasilitas pabrik mereka di Kyushu untuk melihat dampak kerusakan produksi chip.
“Kami masih menilai seberapa besar cedera dan kerusakan properti, tetapi saya telah diberitahu bahwa sudah ada beberapa korban luka,” kata Sanae Takaichi, Perdana Menteri Jepang.
“Gempa bumi ini terjadi di darat, dan sejauh ini tidak ada aktivitas tsunami yang teramati. Oleh karena itu, kami mencabut peringatan tsunami relatif lebih awal,” kata Juru Bicara Badan Meteorologi Jepang (JMA).
“Saat gempa terjadi, guncangannya begitu kuat sehingga saya tidak bisa berdiri. Harap waspada terhadap kemungkinan guncangan akan berlanjut setelah ini,” kata Reporter NHK di lokasi.
Otoritas keselamatan publik Jepang telah mengeluarkan peringatan darurat untuk tujuh prefektur di wilayah Kyushu guna mengantisipasi gempa susulan. Sementara itu, pihak BMKG Indonesia memastikan bahwa peristiwa Gempa Kumamoto ini tidak memberikan dampak ancaman tsunami ke wilayah perairan Indonesia. (KB/*)





