KUMAMOTO, NETIZ – Gempa Kumamoto 2026 berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu, Jepang, pada Selasa 28/07 pukul 16.27 waktu setempat. Bencana darat ini mengakibatkan sedikitnya dua orang tewas, lebih dari 334 warga luka-luka, dan puluhan orang dilaporkan hilang akibat tertimbun reruntuhan bangunan.
Badan Meteorologi Jepang mencatat pusat gempa berada di kedalaman 10 hingga 16 kilometer yang dipicu oleh pergeseran sesar Hinagu. Guncangan hebat ini memicu kerusakan parah pada infrastruktur publik, termasuk ambruknya pusat perbelanjaan Aeon Mall Kumamoto yang sempat disertai laporan suara ledakan keras di lokasi kejadian.
Dampak Gempa Kumamoto 2026 juga merusak sedikitnya 12 rumah warga dan memaksa otoritas menghentikan layanan transportasi umum termasuk Shinkansen. Badan Meteorologi Jepang sempat mengeluarkan peringatan tsunami sebelum akhirnya dicabut karena tidak ada aktivitas kenaikan permukaan air laut yang signifikan teramati di pesisir.
“Gempa tahun 2016 diyakini telah memicu tegangan besar, yang akhirnya menyebabkan pergerakan di sepanjang zona sesar Hinagu kali ini,” kata Shinji Toda, Profesor Seismologi Universitas Tohoku.
“Gempa ini terjadi di daratan, dan belum ada aktivitas tsunami yang teramati sejauh ini. Karena alasan ini, kami berharap dapat mencabut peringatan tsunami pada tahap awal,” kata Juru Bicara JMA.
“Saya mendengar suara ledakan keras tidak lama setelah gempa. Dinding bangunan terlempar hingga menghantam mobil di dekat pusat perbelanjaan,” kata seorang sopir taksi di Kumamoto yang menjadi saksi mata kejadian tersebut.
Getaran Gempa Kumamoto 2026 terasa hingga Busan, Korea Selatan, yang memicu ratusan laporan dari warga setempat. Sementara itu, pihak Kyushu Electric Power memastikan fasilitas PLTN Sendai dan Genkai tetap dalam kondisi aman dan tidak mengalami gangguan operasional akibat guncangan tersebut.





