Selasa, 30 Juni 2026

Dikukuhkan IKA PMII, Gubernur Anwar Hafid Paparkan Strategi Besar Bangun Sulawesi Tengah

Gubernur Anwar Hafid
Anwar Hafid menerima KTA Anggota Kehormatan IKA PMII usai dikukuhkan dalam Pelantikan PW IKA PMII Sulawesi Tengah di Palu. FOTO: Biro Adpim Pemprov Sulteng

PALU,netiz.idGubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, memaparkan strategi besar pembangunan daerah usai dikukuhkan sebagai Anggota Kehormatan Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) pada kegiatan Pelantikan Pengurus Wilayah IKA PMII Sulawesi Tengah, Rapat Kerja, dan Dialog Publik di Grand Sya Hotel Palu, Minggu (28/06/26).

Pengukuhan tersebut dilakukan oleh Ketua Umum Pengurus Besar IKA PMII, Fathan Subchi, yang ditandai dengan penyematan seragam IKA PMII di hadapan ratusan alumni PMII, pejabat daerah, akademisi, dan berbagai elemen masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai anggota kehormatan IKA PMII. Menurutnya, amanah tersebut menjadi motivasi untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Ini merupakan penghargaan yang sangat berarti bagi saya. Amanah ini akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab dan saya siap mendukung berbagai misi organisasi untuk kemajuan daerah dan bangsa,” ujar Anwar Hafid.

Pada forum yang mengangkat tema “Optimalisasi dan Penguatan SDM Alumni Pergerakan Mewujudkan Sulteng Nambaso” itu, Anwar Hafid menjelaskan konsep pembangunan Sulteng Nambaso yang menjadi visi besar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Menurutnya, makna Nambaso tidak hanya menggambarkan luasnya wilayah Sulawesi Tengah, tetapi juga mencerminkan cita-cita menjadikan daerah ini besar dalam kualitas sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, ekonomi, prestasi, dan kesejahteraan masyarakat.

“Keberhasilan pembangunan tidak diukur dari luas wilayah semata, tetapi dari kualitas hidup masyarakatnya. Kita ingin masyarakat Sulawesi Tengah semakin cerdas, sehat, produktif, dan memiliki daya saing,” katanya.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menjalankan berbagai program prioritas yang terhimpun dalam Program BERANI. Sejumlah program unggulan yang menjadi fokus pemerintah di antaranya BERANI Cerdas, BERANI Sehat, BERANI Lancar, BERANI Menyala, BERANI Panen Raya, BERANI Berkah, dan BERANI Berdaya.

Anwar Hafid menegaskan bahwa sektor pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama dalam pembangunan daerah saat ini.

Melalui Program BERANI Cerdas, pemerintah berupaya memperluas akses pendidikan yang merata hingga ke pelosok daerah, termasuk mendorong penerapan sistem layanan pendidikan berbasis digital. Sementara melalui Program BERANI Sehat, pemerintah memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak tanpa terkendala persoalan administrasi.

“Kondisi keuangan daerah boleh terbatas, tetapi pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berhenti. Pendidikan dan kesehatan adalah hak dasar yang harus dijamin pemerintah,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur juga menyoroti pentingnya pemerataan infrastruktur dasar, khususnya akses listrik bagi masyarakat di wilayah terpencil. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah terus berupaya mempercepat penyediaan listrik bagi desa-desa yang hingga kini belum sepenuhnya menikmati layanan kelistrikan.

“Kami menargetkan seluruh desa di Sulawesi Tengah sudah menikmati aliran listrik sebelum tahun 2029. Listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Anwar Hafid juga menyinggung pentingnya keadilan fiskal bagi daerah penghasil sumber daya alam. Menurutnya, daerah yang berkontribusi besar terhadap penerimaan negara perlu memperoleh porsi yang lebih adil agar pembangunan daerah dapat berjalan lebih cepat dan merata.

Di bidang ketenagakerjaan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus memperkuat kolaborasi dengan sektor industri untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal. Berbagai program pelatihan keterampilan, termasuk pelatihan bahasa asing yang disesuaikan dengan kebutuhan industri, terus didorong guna menekan angka pengangguran dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

“Kami ingin generasi muda Sulawesi Tengah tidak hanya siap bersaing, tetapi juga mampu menjadi pelaku utama dalam pertumbuhan industri dan pembangunan daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB IKA PMII, Fathan Subchi, mengajak seluruh alumni PMII untuk terus mengambil peran strategis dalam pembangunan bangsa dan daerah. Menurutnya, alumni PMII harus mampu menjadi mitra pemerintah sekaligus menghadirkan gagasan dan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak kepada rakyat.

Pelantikan Pengurus Wilayah IKA PMII Sulawesi Tengah tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat konsolidasi alumni sekaligus meningkatkan kontribusi organisasi dalam mendukung pembangunan daerah menuju terwujudnya Sulteng Nambaso yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.