JAKARTA,netiz.id – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menegaskan bahwa Pelatihan Dasar Militer (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi bekal penting dalam membentuk karakter, disiplin, dan integritas aparatur negara untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Ossy saat menghadiri Upacara Penutupan Latsarmil Komcad ASN Kementerian/Lembaga Gelombang I Tahun 2026 yang berlangsung di Skadron Udara 17, Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (05/06/26).
Menurut Ossy, pembinaan karakter menjadi aspek yang sangat penting di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini. Melalui pelatihan tersebut, ASN tidak hanya mendapatkan pemahaman tentang bela negara, tetapi juga dibekali nilai-nilai kedisiplinan, integritas, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.
“Di tengah tantangan nasional saat ini, pembinaan dan pendidikan karakter merupakan hal yang sangat fundamental. Nilai-nilai seperti kedisiplinan, integritas, empati, dan semangat membantu masyarakat menjadi bagian penting yang diajarkan dalam program Latsarmil Komcad ini,” ujar Ossy.
Upacara penutupan Latsarmil Komcad ASN dipimpin langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini. Sebanyak 1.758 peserta dari berbagai kementerian dan lembaga mengikuti pelatihan tersebut.
Dalam program perdana ini, Kementerian ATR/BPN mengirimkan 23 pegawai untuk mengikuti pelatihan. Ossy meyakini pengalaman yang diperoleh peserta akan memberikan dampak positif dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sebagai pelayan publik.
Ia menilai pembekalan melalui Latsarmil menjadi fondasi penting bagi ASN, khususnya pegawai muda yang baru memulai pengabdian kepada bangsa dan negara. Dengan karakter yang kuat, ASN diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional serta menjunjung tinggi nilai-nilai pelayanan publik.
“Program ini sangat bermanfaat karena memperkuat nilai-nilai positif yang dimiliki para pegawai. Mereka perlu memiliki landasan karakter yang kokoh agar mampu memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan negara,” katanya.
Lebih lanjut, Ossy menegaskan bahwa konsep bela negara tidak selalu identik dengan peperangan. Menurutnya, ASN dapat mengimplementasikan semangat bela negara melalui pelayanan publik yang berkualitas, membantu masyarakat, serta menumbuhkan budaya gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.
“Bela negara bisa diwujudkan melalui pekerjaan sehari-hari, seperti memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, saling membantu, dan mengamalkan nilai-nilai yang diperoleh selama pelatihan,” ujarnya.
Melalui Latsarmil Komcad ASN, pemerintah berharap lahir aparatur yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin tinggi, serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. (KB/*)





