PARIGI MOUTONG,netiz.id – Ketua Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah, Hj Wiwik Jumatul Rofi’ah, mengingatkan kalangan Generasi Z (Gen Z) tentang bahaya pergaulan bebas yang dapat berdampak pada masa depan generasi muda.
Peringatan tersebut disampaikan Bunda Wiwik, sapaan akrabnya, saat memberikan materi kepada para santri dan generasi muda di kompleks Pondok Pesantren Lisanul Arab, Kelurahan Kampal, Kota Parigi, Sabtu (05/05/26).
Dalam kegiatan itu, Bunda Wiwik yang juga merupakan unsur pimpinan Komisi IV DPRD Sulteng dengan leading sector pendidikan dan pemberdayaan keluarga membawakan materi bertema Pendidikan Pranikah dalam Islam.
Menurutnya, pendidikan pranikah penting diberikan sejak dini agar generasi muda memiliki pemahaman tentang akhlak, tanggung jawab, serta kesiapan membangun rumah tangga yang harmonis sesuai ajaran Islam.
“Saat perjalanan PKSM, alhamdulillah sekalian bisa berbagi informasi dan pengalaman untuk anak-anak,” kata Bunda Wiwik.
Ia menilai, meningkatnya kasus perceraian di Sulawesi Tengah menjadi perhatian serius. Bahkan, banyak pasangan usia muda yang memilih berpisah karena menikah tanpa kesiapan mental dan emosional.
“Setelah ditelusuri lebih jauh, ternyata banyak pasangan yang bercerai masih berusia sangat belia dan menikah karena terpaksa, yakni akibat hamil di luar nikah,” ungkapnya.
Karena itu, ia mengingatkan para remaja agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas yang dapat merusak masa depan dan memicu berbagai persoalan sosial.
Bunda Wiwik menegaskan, generasi muda perlu dibekali pendidikan karakter dan nilai-nilai keislaman agar mampu menjaga diri serta memahami pentingnya membangun keluarga sakinah.
“Harapan kita, anak-anak ini bisa menjadi generasi yang berakhlak dan memiliki karakter bertanggung jawab. Dalam penyampaian materi, tentu saja kami menggunakan pendekatan yang sesuai dengan usia mereka, termasuk penggunaan bahasa, gimmick, serta frasa atau diksi yang mudah dipahami,” tandasnya.
Kegiatan tersebut diikuti para santri Pondok Pesantren Lisanul Arab dan berlangsung dengan suasana interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti materi serta berdiskusi terkait tantangan pergaulan remaja di era digital saat ini. (KB/*)






