PALU,netiz.id – Anggota DPRD Sulawesi Tengah, Aristan, menggelar kunjungan daerah pemilihan (kundapil) di Kelurahan Tondo, Hunian Tetap (Huntap) Buddha Tzu Chi, dan Huntap ASEAN pada masa persidangan kedua tahun kedua pada Sabtu (11/04/26).
Dalam kunjungan tersebut, Aristan bertemu langsung dengan warga Huntap Tondo untuk menyerap berbagai aspirasi dan keluhan masyarakat yang hingga kini belum terselesaikan.
Anggota Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah itu mengatakan, sejumlah persoalan mendasar masih dihadapi warga huntap, mulai dari keterbatasan air bersih hingga belum adanya kepastian sertifikat tanah dan rumah.
“Masalah air bersih masih menjadi keluhan utama warga karena selama ini pasokan yang tersedia belum mencukupi kebutuhan sehari-hari,” ujar Aristan.
Selain persoalan air bersih, warga juga mengeluhkan belum diterimanya sertifikat tanah dan rumah meskipun setiap tahun mereka telah membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Menurut warga, kepastian legalitas rumah dan lahan menjadi kebutuhan mendesak agar mereka memiliki jaminan hukum atas tempat tinggal yang saat ini ditempati.
Sebagian besar warga Huntap Tondo diketahui merupakan warga eks Balaroa yang terdampak likuefaksi pada bencana 2018 silam. Hingga saat ini, mereka masih berharap ada kepastian terkait status dan pemanfaatan lahan eks likuefaksi.
Warga meminta pemerintah tidak menghilangkan hak mereka atas lahan yang sebelumnya dimiliki sebelum bencana terjadi.
Selain itu, warga juga mengkhawatirkan dampak aktivitas penambangan emas di Poboya yang kini telah bergerak hingga wilayah Vatutela, lokasi yang berdekatan dengan Huntap Tondo.
Masyarakat menilai, aktivitas tambang yang semakin mendekati kawasan permukiman berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dan mengganggu kenyamanan warga.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Aristan menegaskan DPRD Provinsi Sulawesi Tengah akan menindaklanjuti seluruh keluhan masyarakat melalui rapat dengar pendapat bersama pihak-pihak terkait.
“Insya Allah DPRD Sulawesi Tengah akan mengundang semua pihak terkait agar ditemukan langkah-langkah konkret dalam menyelesaikan persoalan warga Huntap Tondo,” tegasnya.
Kunjungan daerah pemilihan tersebut menjadi momentum bagi DPRD Sulawesi Tengah untuk memastikan persoalan warga huntap tidak terus berlarut dan segera mendapatkan solusi nyata dari pemerintah. (KB/*)






