Kamis, 14 Mei 2026

Wabup Pasangkayu Pimpin Rakor Antisipasi ATHG Jelang Ramadhan, Tekankan Stabilitas Harga dan Keamanan

Wabup Herny
Wakil Bupati Pasangkayu memimpin rapat koordinasi bersama sejumlah OPD dan unsur terkait untuk membahas langkah antisipasi Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG) menjelang bulan suci Ramadan di Ruang Rapat Wakil Bupati Pasangkayu, Rabu (11/02/26). FOTO: istimewa

PASANGKAYU,netiz.idWakil Bupati Pasangkayu, Dr. Hj. Herny Agus, memimpin rapat koordinasi (rakor) terkait langkah-langkah antisipasi Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG) menjelang pelaksanaan ibadah puasa Ramadan, Rabu (11/02/26), di Ruang Rapat Wakil Bupati Pasangkayu.

Rakor tersebut digelar sebagai upaya memperkuat sinergi lintas perangkat daerah dalam meningkatkan pengamanan serta penegakan aturan terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum menjelang bulan suci Ramadan.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah pihak, di antaranya Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Kominfopers, Kepala Kesbangpol, BINDA Sulbar, perwakilan Dandim 1427/Pasangkayu, perwakilan Polres Pasangkayu, Damkar Pasangkayu, Dinas Koperindag, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Ketahanan Pangan, Satpol PP, Kabag Kesra, serta Kabag Protokol Kabupaten Pasangkayu.

Dalam rapat tersebut dibahas sejumlah hal penting, mulai dari peningkatan koordinasi antarinstansi, pembagian peran dan tanggung jawab masing-masing OPD, hingga langkah-langkah strategis dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan selama bulan Ramadan.

Wakil Bupati Pasangkayu, Hj. Herny Agus, menyampaikan bahwa bulan suci Ramadan merupakan momentum yang sangat dinantikan oleh umat Islam. Oleh karena itu, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu melakukan berbagai langkah antisipatif guna memastikan kondisi daerah tetap aman dan kondusif.

“Bulan suci Ramadan adalah momentum yang sangat ditunggu-tunggu oleh umat Islam. Karena itu, kita perlu mempersiapkan diri untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Ia juga menyoroti sejumlah potensi persoalan yang kerap muncul menjelang Ramadan, seperti kenaikan harga bahan pokok, gangguan ketertiban dan keamanan, peredaran minuman keras, narkoba, hingga aktivitas hiburan malam yang dapat mengganggu kekhusyukan masyarakat dalam beribadah.

Menurutnya, berbagai hal tersebut perlu diantisipasi secara bersama melalui koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, serta instansi terkait lainnya.

“Oleh karena itu, melalui rapat ini kita menyamakan persepsi, memperkuat sinergi serta menyusun langkah-langkah strategis dan antisipasi secara terpadu,” tambahnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di pasaran, termasuk melakukan pengawasan distribusi serta langkah pengendalian yang terukur guna mencegah lonjakan harga yang dapat membebani masyarakat.

Tak hanya itu, optimalisasi pelayanan publik serta pelibatan tokoh agama dan tokoh masyarakat juga dinilai penting sebagai mitra strategis dalam menjaga kondusivitas daerah menjelang bulan suci Ramadan.

“Dengan kerja sama dan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, TNI, Polri, instansi vertikal, serta elemen masyarakat, kita berharap situasi di Kabupaten Pasangkayu tetap kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang dan nyaman,” pungkasnya. (KB/*)