PALU,netiz.id — Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, menghadiri kegiatan Jalan Sehat dan Gembira dalam rangka Dies Natalis ke-14 Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako (Untad), Minggu (15/02/26). Momentum tersebut turut dirangkaikan dengan Reuni Akbar serta peluncuran Program Pendidikan Dokter Spesialis Satu (PPDS-1) Fakultas Kedokteran Untad.
Kegiatan yang dipusatkan di halaman Fakultas Kedokteran Untad itu berlangsung meriah dan penuh keakraban. Civitas akademika, alumni, mahasiswa, hingga tenaga kesehatan turut ambil bagian dalam suasana silaturahmi keluarga besar FK Untad.
Wakil Gubernur menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan salah satu pilar utama pembangunan daerah. Menurutnya, tanpa masyarakat yang sehat, pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan tidak akan tercapai.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memandang sektor kesehatan sebagai salah satu pilar utama pembangunan daerah. Oleh karena itu, keberadaan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako memiliki peran strategis dalam menjawab kebutuhan tenaga medis yang kompeten, profesional, dan berintegritas,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tantangan pelayanan kesehatan di Sulawesi Tengah yang memiliki wilayah geografis luas, terdiri dari daerah kepulauan dan pegunungan dengan akses layanan yang belum sepenuhnya merata. Karena itu, dibutuhkan dokter yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki ketangguhan mental dan semangat pengabdian.
“Dibutuhkan dokter-dokter yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta kesiapan mengabdi di berbagai kondisi wilayah,” tambahnya.
Momentum Dies Natalis ke-14 ini menjadi semakin istimewa dengan diluncurkannya PPDS-1 Fakultas Kedokteran Untad yang membuka tiga program studi, yakni Penyakit Dalam, Bedah, dan Kebidanan. Program ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan dokter spesialis di Sulawesi Tengah yang selama ini masih terbatas.
Wakil Gubernur menyampaikan apresiasi kepada Rektor Untad, Dekan, dan seluruh civitas akademika atas terobosan tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih atas diluncurkannya PPDS-1 Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako yang membuka tiga program studi spesialis. Ini merupakan terobosan luar biasa untuk kemajuan pelayanan kesehatan di daerah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mendorong agar penelitian yang dilakukan Fakultas Kedokteran Untad mampu menjawab persoalan kesehatan khas daerah, seperti penyakit endemik, peningkatan gizi masyarakat, kesehatan ibu dan anak, hingga penguatan sistem kesehatan berbasis komunitas.
Di akhir sambutannya, Wakil Gubernur juga memotivasi para alumni Fakultas Kedokteran Untad untuk melanjutkan pendidikan spesialis melalui dukungan Program Berani Cerdas, sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Tengah.
Dengan memasuki usia ke-14 tahun, Fakultas Kedokteran Untad diharapkan semakin matang sebagai institusi pendidikan kedokteran yang berkontribusi nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Sulawesi Tengah. (KB/*)






