Minggu, 3 Mei 2026
Daerah  

Akses Antar-Desa di Tanantovea Donggala Terputus, Jembatan Rusak Dihantam Banjir

Jembatan putus
Jembatan penghubung antar-desa di Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, putus total setelah dihantam banjir pada Minggu (31/08/25) sore. FOTO: istimewa

DONGGALA,netiz.id — Derasnya hujan yang mengguyur Kecamatan Tanantovea Kabupaten Donggala, Minggu (31/08/25) sore, bukan hanya membuat sungai meluap, tetapi juga memutus satu-satunya jembatan penghubung tiga desa di Donggala. Sekejap, akses vital warga ambruk dihantam arus deras, meninggalkan ribuan penduduk terisolasi tanpa jalur transportasi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah melaporkan, jembatan yang hancur itu merupakan jalur utama penghubung tiga desa, yakni Desa Wombo Mpanau, Desa Wombo Induk, dan Desa Wombo Kalonggo. Akibatnya, transportasi dan aktivitas warga di ketiga desa tersebut lumpuh.

“Tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi. Namun akses jalan benar-benar terputus dan masyarakat saat ini kesulitan melakukan mobilitas,” kata pihak BPBD Sulteng dalam keterangannya.

Menurut kronologi, banjir terjadi sekitar pukul 17.30 WITA setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Air sungai meluap dengan cepat hingga merendam jalan dan merobohkan jembatan penghubung.

Tim BPBD bersama aparat desa telah melakukan asesmen dan berkoordinasi untuk penanganan darurat. Kebutuhan paling mendesak saat ini adalah pembangunan jembatan darurat agar akses masyarakat segera pulih.

Ratna, warga Desa Wombo Induk, menuturkan bahwa jembatan tersebut merupakan akses vital bagi tiga desa “Wombo bersaudara” sekaligus jalur strategis yang menghubungkan Kabupaten Donggala dengan Kota Palu.

“Akses itu sangat penting karena berada di perbatasan Donggala dan Palu. Kami berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki jembatan ini,” ungkapnya.

Meski banjir telah surut dan hujan reda, warga mendesak pemerintah segera merespons kebutuhan jembatan darurat demi memulihkan aktivitas sehari-hari. (KB/*)