JAKARTA,netiz.id — Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, meresmikan Program Perbaikan Rumah dan Konsolidasi Tanah Vertikal (KTV) di Kelurahan Palmerah, Jakarta Barat, pada hari Rabu kemarin (03/07/24). Program ini merupakan hasil kerjasama antara Pemprov DKI Jakarta dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Program KTV ini menjadi yang pertama di Indonesia dan diwujudkan melalui kerja sama berbagai pihak. Awalnya, warga di kawasan Palmerah memiliki rumah dengan lahan sempit, rata-rata hanya 10 meter persegi. Melalui program ini, mereka kini bisa menghuni rumah yang lebih luas dan nyaman, yaitu 18 meter persegi per keluarga.
Pj. Gubernur Heru Budi Hartono menjelaskan bahwa program ini tidak hanya meningkatkan kualitas hunian warga, tetapi juga menata ruang kawasan tersebut. “Konsolidasi lahan dan gedung ini bermanfaat karena awalnya luasnya kurang lebih 5-10 meter ya lahan (per) huniannya. Ini bisa lebih luas,” terang Heru Budi Hartono.
Direktur Jenderal (Dirjen) Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan (PTPP), Embun Sari, mengungkapkan bahwa partisipasi masyarakat sangat penting dalam keberhasilan program KTV ini. “Ini kan intinya partisipasi masyarakat, ini yang digunakan tanah masyarakat bukan Pengadaan Tanah tapi kegiatannya Konsolidasi Tanah,” ujarnya.
Kementerian ATR/BPN berperan dalam memberikan hak atas tanah kepada penerima program KTV dan menata ruangnya sesuai dengan tata ruang yang berlaku. “Kita ini Kementerian ATR/BPN hanya tanahnya saja, menata tanahnya sesuai tata ruang. Jadi ini kan kumuh, sebab kalau sudah jadi, begitu ada tata ruang terbukanya, kemudian perumahannya jadi lebih nyaman,” jelas Embun Sari.
Lebih lanjut, Dirjen PTPP menerangkan bahwa program KTV di Palmerah ini dibangun di atas lahan seluas 90 meter persegi dengan empat lantai. “Total (luas tanahnya, red) 90 meter, tapi dibangun ke atas empat lantai. Mereka hidup layak, daripada sebelumnya. Jadi dibuat karena tanahnya sempit, mau tidak mau harus ke atas,” tuturnya.
Embun Sari berharap program KTV ini dapat diterapkan di wilayah lain di Indonesia karena dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat. “Kalau ini berhasil, insyaallah bisa ditularkan ke tempat lain. Lebih tertata, hidup lebih nyaman. Nanti nilai tanah itu juga akan naik,” ungkapnya.
Pemprov DKI Jakarta mencanangkan untuk melanjutkan program KTV di lokasi lain yang dianggap kawasannya sudah tidak layak huni. “Akan dibangun lagi di Cempaka Putih dan nanti bersama donatur akan bisa memilih tempat yang layak untuk dibangun lagi. Ini kan sudah tidak layak, nanti akan kita tambah,” lanjut Pj. Gubernur DKI Jakarta.
Heru Budi Hartono juga mengucapkan terima kasih kepada Tzu Chi yang telah berpartisipasi dalam program ini dengan merevitalisasi bangunan warga. “Saya ucapkan terima kasih kepada Tzu Chi telah berpartisipasi memberikan perhatian kepada masyarakat tidak mampu, yaitu berupa merevitalisasi bangunan warga dan sangat bermanfaat sekali buat warga. Sekali lagi terima kasih,” pungkasnya.
Turut hadir dalam acara peresmian ini sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Ditjen PTPP dan Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi DKI Jakarta beserta jajaran. (*)





