JAKARTA,netiz.id — Dalam upaya untuk memperkuat kerjasama antarwilayah, Wakil Ketua II DPRD Sulteng, Zalzulmida A. Djanggola, dan Wakil Ketua III DPRD Sulteng, Muharam Nurddin, memimpin Komisi IV DPRD Sulteng dalam sebuah pertemuan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Jum’at (10/3/23) Pertemuan ini membahas isu-isu terkait Pendidikan, Budaya, dan Pariwisata.
Acara yang digelar di ruang rapat II Deputi Gubernur Provinsi DKI Jakarta ini dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pendidikan, Dinas Kebudayaan, dan Dinas Pariwisata Provinsi DKI Jakarta, serta beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di wilayah tersebut.
Ketua Komisi IV DPRD Sulteng, Alimuddin Paada, M.S, serta anggota Komisi IV seperti I Nyoman Slamet, Moh. Faizal Lahadja, Muh. Ismail Junus, Moh. Hidayat Pakamundi, Fairus Husen Maskati, HJ. Winiar Hidayat Lamakarate, dan Fatimah HI. Moh. Amin Lasawedi, turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Pertemuan ini merupakan bagian dari rencana kerja DPRD Sulteng, yang fokus pada bidang Kebudayaan, Pendidikan, dan Pariwisata yang diterima secara langsung dari perwakilan Deputi Gubernur DKI Jakarta.
Muharram Nurdin, Wakil Ketua III DPRD Sulteng, menjelaskan bahwa tujuan dari pertemuan ini adalah untuk belajar bagaimana mengelola pemerintahan, khususnya dalam hal Pendidikan, Kebudayaan, dan Pariwisata.
Dia berharap pertemuan ini akan memberikan inspirasi yang dapat diterapkan di Sulteng, terutama mengingat peran penting Sulteng sebagai salah satu penyangga Ibu Kota Negara (IKN) yang akan datang.
“Ketua dan anggota Komisi IV DPRD Sulteng juga membahas berbagai tujuan, termasuk kebijakan terkait Pariwisata dan pengembangan Pariwisata sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Mereka juga menggali topik terkait Pendidikan, Kebudayaan, dan seni budaya sebagai elemen penting dalam pembangunan kemanusiaan,” Jelasnya
Pemerintah DKI Jakarta menjelaskan kebijakan terkait sektor pariwisata berdasarkan regulasi yang berlaku, sementara sektor pariwisata di DKI Jakarta menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam bidang kebudayaan dan kesenian, DKI Jakarta telah mengambil langkah konkret dalam mendukung seni dan budaya lokal serta melestarikan tradisi budaya, termasuk budaya Betawi. (TIM)





