Menu

Mode Gelap

Nasional · 14 Nov 2025

Menteri ATR/BPN Imbau Kepala Daerah di Sulsel Beri Keringanan BPHTB untuk Warga Kurang Mampu


					Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid (kedua dari kanan), memimpin Rapat Koordinasi bersama kepala daerah se-Provinsi Sulawesi Selatan di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (13/11/25). FOTO: istimewa Perbesar

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid (kedua dari kanan), memimpin Rapat Koordinasi bersama kepala daerah se-Provinsi Sulawesi Selatan di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (13/11/25). FOTO: istimewa

MAKASSAR,netiz.idMenteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mendorong seluruh kepala daerah di Provinsi untuk memberikan keringanan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi berpenghasilan rendah, khususnya mereka yang mengikuti Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap ().

Imbauan itu disampaikan Nusron saat memimpin (Rakor) bersama para kepala daerah se-Sulsel di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (13/11/25).

Dalam arahannya, Menteri Nusron menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mempercepat proses sertipikasi tanah masyarakat. Menurutnya, pembebasan BPHTB bagi miskin ekstrem bukan sekadar kebijakan administratif, tetapi juga wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan keadilan dan kepastian hukum bagi rakyat kecil.

“Kalau mau tanah masyarakat punya sertipikat, saya minta tolong Bapak/Ibu Kepala Daerah buatkan peraturan tentang pembebasan BPHTB, khusus untuk rakyat yang masuk kategori miskin ekstrem. Supaya tanah mereka punya kepastian hukum,” ujar Menteri Nusron.

Ia menambahkan, masih banyak tanah di Sulsel yang belum bersertipikat karena masyarakat terkendala biaya BPHTB. Padahal, kepemilikan sertipikat tanah menjadi dasar penting bagi masyarakat untuk mendapatkan perlindungan hukum serta membuka akses terhadap fasilitas ekonomi dan pembiayaan.

“Ini persoalan besar yang harus kita atasi bersama. Kalau tanah sudah diukur, tapi belum jadi sertipikat karena belum bayar BPHTB, ya sayang. Padahal, dengan punya sertipikat, masyarakat bisa lebih tenang dan punya dasar hukum yang kuat atas tanahnya,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Nusron juga menyerahkan sertipikat aset pemerintah daerah kepada sejumlah kepala daerah di Sulawesi Selatan.
Adapun rincian penyerahan mencakup Kabupaten Luwu (4 sertipikat), Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan atau Pangkep (208 sertipikat), Kabupaten Wajo (1 sertipikat), Kabupaten Jeneponto (10 sertipikat), Kota Makassar (10 sertipikat), Kabupaten (2 sertipikat), Kabupaten Soppeng (17 sertipikat), dan Kabupaten Bantaeng (2 sertipikat).

Salah satu penerima, Wakil Bupati Pangkep Abd Rahman Assegaf, menyampaikan atas dukungan dalam membantu penyertipikatan aset milik daerah. Ia menilai langkah ini akan memperkuat posisi aset Pemda sekaligus menertibkan administrasi keuangan daerah.

“Aset ini bukan sekadar dokumen, tapi bagian dari neraca dan kekuatan finansial daerah. Karena itu kami akan terus bekerja sama dengan BPN untuk menuntaskan penyertipikatan seluruh aset milik Pemda. Kami sangat berterima kasih kepada ATR/BPN, Pak Menteri, dan seluruh jajaran di Pangkep,” ujar Abd Rahman Assegaf.

Melalui Rakor tersebut, Kementerian ATR/BPN menegaskan komitmennya untuk mempercepat di seluruh daerah serta memastikan bahwa setiap warga, terutama masyarakat miskin ekstrem, dapat memiliki sertipikat tanah tanpa terbebani biaya yang tinggi. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Wamen ATR/BPN: Sekolah Rakyat Bukti Negara Hadir untuk Anak Indonesia

14 Januari 2026 - 05:42

Wamen Ossy Dermawan

328 Ribu Hektare Lahan Swasembada di Papua Selatan Kantongi SK ATR/BPN

14 Januari 2026 - 05:36

Nusron Wahid

80 Persen Tanah Terdaftar, ATR/BPN Perkuat Pengawasan PPAT Lewat Pelantikan MPPP dan MPPW

13 Januari 2026 - 10:07

ATR BPN RI

Dorong Layanan Cepat dan Bersih, Wamen ATR Tinjau Kantor Pertanahan Mempawah

13 Januari 2026 - 06:30

Wamen Ossy Dermawan

Dari Konflik ke Kolaborasi, Desa Soso Bangkit Lewat Reforma Agraria

6 Januari 2026 - 06:00

ATR BPN RI

PELATARAN Jadi Solusi Warga Sibuk, Urus Tanah di Akhir Pekan Makin Mudah

6 Januari 2026 - 05:53

ATR BPN RI
Trending di Nasional