JAKARTA, NETIZ – Pemerintah melalui Kementerian Sosial mengumumkan Jadwal Pencairan Bansos Juli 2026 yang akan dimulai pada 20/07 secara bertahap di seluruh wilayah Indonesia. Penyaluran tahap ke-7 tahun ini mencakup berbagai program bantuan tunai untuk menjaga daya beli masyarakat menjelang periode tahun ajaran baru sekolah.
Program bantuan yang dijadwalkan cair meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta kelanjutan BLT El Nino. Berdasarkan data nasional, terdapat sekitar 18,6 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang akan menerima bantuan sosial tersebut melalui rekening Bank Himbara dan PT Pos Indonesia.
Besaran dana PKH yang disalurkan pada periode Jadwal Pencairan Bansos Juli 2026 bervariasi mulai dari Rp 200.000 hingga Rp 750.000 per keluarga, tergantung pada kategori penerima seperti lansia, penyandang disabilitas, atau anak sekolah. Untuk program BPNT, setiap KPM akan menerima bantuan rutin senilai Rp 200.000 melalui e-warong atau ATM bank penyalur.
“Penyaluran dilakukan bertahap mulai 20 Juli hingga akhir bulan, dengan sistem digitalisasi untuk transparansi,” kata perwakilan dari Kementerian Sosial dalam informasi resmi terkait teknis distribusi bantuan.
Selain itu, pemerintah memberikan perhatian khusus melalui BLT El Nino sebesar Rp 400.000 bagi KPM yang berada di wilayah terdampak kekeringan ekstrem. Beberapa wilayah prioritas penyaluran meliputi Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Kalimantan Timur yang sedang mengalami kendala hasil panen.
Langkah percepatan distribusi pada Jadwal Pencairan Bansos Juli 2026 ini diperkirakan akan menyuntikkan dana lebih dari Rp 4 triliun ke dalam putaran ekonomi lokal. Pemerintah berharap bantuan ini dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok serta biaya pendidikan anak yang mulai masuk sekolah pada akhir Juli. (KB/*)





