Menu

Mode Gelap

Daerah · 22 Nov 2021

Proyek Air Bersih Huntap Pombewe, Di Rencanakan Rampung Desember 2021


					Proyek Kebutuhan Air Bersih Huntap Pombewe. Photo TIM Perbesar

Proyek Kebutuhan Air Bersih Huntap Pombewe. Photo TIM

NETIZ.ID,Sigi,– Kementrian Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sulawesi III melaksanakan Intake dan Jaringan Air Baku dengan memanfaatkan aliran air pada Sungai Paneki di Desa Pombewe Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi, Dalam Rangka memenuhi kebutuhan air bersih di kawasan Hunian Tetap (Huntap) Pombewe.

Hal itu dikatakan Hariady Indra Mantong ST., M.Sc selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Air dan Air Baku (ATAB) BWSS III saat ditemui media dilokasi kerja di Dusun Paneki Desa Pombewe, Minggu (21/11/2021).

Ia mengatakan Pengerjaan proyek yang menjadi tanggung jawab dari Satuan Kerja  SNVT Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air WS -Lariang, WS Parigi-, WS Kaluku-Karama Prov ini bukan tanpa kendala , tingginya intensitas curah hujan dan longsoran sendimentasi lahar dingin disekitar pegunungan Paneki menjadi salah satu faktor hambatan lambannya proses kerja.

Ia melanjutkan Proyek yang dimenangkan oleh PT Mari Membangun Nusantara hingga memasuki akhir bulan November 2021 telah merampungkan pekerjaan utama diantaranya pembangunan Bendung Intake di hulu sungai Paneki, Pekerjaan jembatan Lintasan pipa serta pekerjaan pemasangan Jaringan Pipa air menuju ke Bak penampung dihuntap Pombewe.

“Longsoran sendimentasi tanah dan pasir dari celah pegunungan yang mengalami retakan pasca Bumi 18 September 2018 silam berada di antara titik pembangunan Mercu  dan jembatan Lintasan I dan II, ribuan kubik material batu dan pasir akan menumpuk dilokasi kerja sewaktu waktu terjadi saat didaerah tersebut diguyur hujan,” Ucapnya

Kemudian kata dia, Sendimentasi longsoran Material dari celah gunung yang terbelah disekitar lokasi kerja sangat kami khawatirkan, pasalnya material yang turun dapat merusak pekerjaan yang sudah ada dan juga sangat rentan buat keselamatan pekerja disana, makanya saya selalu berupaya agar dilokasi tersebut dipantau setiap saat.

Walau ancaman longsoran lahar dingin dicelah pegunungan Pombewe membayangi ,Proyek yang dibiayai oleh Pinjaman tersebut terus dikebut. Bahkan kontraktor pelaksana terus di “Tongkrongi” PPK setiap saat , hal ini dilakukan agar supaya progress pekerjaan Proyek Air Baku tersebut dapat dimaksimalkan.

“Kami terus mendesak kontraktornya agar capai progress, karena kami targetkan Desember tahun ini air dapat dimanfaatkan warga khususnya di daerah hunian tetap Pombewe,” Ungkapnya

Pantauan media ini dilapangan tampak sejumlah pekerja merampungkan sisa pekerjaanya, di hulu sungai yang menjadi lokasi pembangunan Mercu yang menjadi bending Intake tampak tukang batu membersihkan sisa material disekitar lokasi mercu dan saluran pembersih. Demikian pula pekerjaan pemasangan jaringan pipa dari Bendung Intake menuju Bak pengolahan (reservoir) di Huntap Pombewe yang telah dibangun sebelumnya oleh Balai Prasarana dan Pemukiman Wilayah (BP2W) Sulteng tahun 2020.

Bentangan pipa air bersih tampak mengular dari Bendung Inteke di hulu sungai Paneki melintasi pebukitan , disekitar jaringan Pipa dibuatkan jalan Inspeksi agar sewaktu waktu dapat dipakai untuk mengontrol distribusi air.

Proyek Pembangunan Intake dan Transmisi Air Baku Paneki dikabupaten Sigi menelan Anggaran sebesar Rp. 20.604.144.000 dari Pos Anggaran Pinjaman ( ) yakni proyek EARR (Emergency Assistance For Rehabilitation and Reconstruction).

Selaku PPK pada Air Tanah dan Air Baku (ATAB) BWSS III, Hariady berharap fasilitas pendukung lainnya yang dikerjakan oleh instansi tehnis yakni Dinas Cipta Karya dapat rampung sebelum air baku dari sungai Paneki disuplai ke Reservoir.

“Sebenarnya kita sekarang menunggu action dari tmn2 CK karena di Huntap Pombewe baru ada reservoir, belum ada Water Treatment Plant. Jadi kalau pipa transmisi mau langsung masuk ke reservoir kasian nanti warga mengeluh airnya keruh saat hujan,” Jelasnya.

Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) adalah sistem atau sarana yang berfungsi untuk mengolah air dari kualitaas air baku (influent) terkontaminasi untuk mendapatkan perawatan kualitas air yang diinginkan sesuai standar mutu atau siap untuk di konsumsi. Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) merupakan sarana yang penting di seluruh dunia yang akan menghasilkan air bersih dan sehat untuk di konsumsi.

Hariady Indra Mantong optimis pelaksana proyek ini dapat tepat waktu , capaian kemajuan pekerjaan per November 2021 telah memasuki 91 persen , dijadwalkan awal desember akan dilaksanakan Uji Pengaliran Air ke Bak Penampung (Reservoir) di Huntap Pombewe.

Progresnya sudah capai 91 persen dan rencananya setelah pihaknya cek semua instalasi pipanya, Pihaknya  akan uji coba mengalirnya air ,kontraknya juga akan selesai desember pertengahan tahun ini. Demikian Hariady Indra Mantong

Penulis : TIM

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Sosialisasi Pin Polio Digelar di Puskesmas Sabang, Donggala

21 Juli 2024 - 09:56

Dinas Kesehatan Donggala

MTQ XXX Sulawesi Tengah Diharapkan Lahirkan Qari dan Qariah Berprestasi Nasional dan Internasional

21 Juli 2024 - 09:44

Wali Kota Palu

Studio Dekave Diresmikan SMK Muhammadiyah Palu, Wali Kota Palu Beri Pesan Penting Bagi Siswa

21 Juli 2024 - 09:35

Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid

Ketua KPU Kota Palu Dorong PPK dan PPS Pelajari PKPU 8/2022

20 Juli 2024 - 12:14

KPU Kota Palu

Ketua KPU Palu Tegaskan Pengelolaan Keuangan Pilkada Harus Efektif, Efisien, dan Akuntabel

20 Juli 2024 - 11:53

KPU Kota Palu

Bawaslu Sulteng Ajak Mahasiswa Ikut Mensosialisasikan Pilkada Serentak.

19 Juli 2024 - 20:45

Trending di Daerah