Jumat, 1 Mei 2026
Daerah  

Pengamat Nilai Anwar Hafid Berhasil Jalankan Beasiswa di Tengah Efisiensi Anggaran Nasional

Gubernur Anwar Hafid
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, berdialog dengan mahasiswa penerima Program Beasiswa BERANI Cerdas di Palu. FOTO: Biro Adpim Pemprov Sulteng

PALU,netiz.id — Pengamat politik menilai Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, berhasil menjalankan program beasiswa pendidikan di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional yang berdampak pada keuangan daerah.

Pengamat Politik dari Citra Institute, Efriza, menyebut sebagian besar pemerintah daerah saat ini masih sangat bergantung pada kebijakan pemerintah pusat, khususnya terkait Transfer Keuangan Daerah (TKD) yang berada di bawah kewenangan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Efriza, ketergantungan tersebut kerap menjadi kendala bagi daerah dalam merealisasikan program-program strategis. Namun, kondisi itu dinilai tidak berlaku bagi Sulawesi Tengah di bawah kepemimpinan Anwar Hafid, khususnya dalam sektor pendidikan.

“Selama ini publik mempertanyakan ketergantungan daerah terhadap transfer keuangan daerah dari pusat. Tetapi di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Anwar Hafid justru mampu menghadirkan program beasiswa gratis bagi ribuan mahasiswa, bahkan dalam masa kepemimpinan yang baru berjalan satu tahun,” ujar Efriza, Sabtu (07/02/26).

Ia menilai, langkah tersebut menunjukkan keberanian dan kemampuan pemerintah daerah dalam mengelola keterbatasan fiskal tanpa mengorbankan kepentingan publik, terutama dalam pembangunan sumber daya manusia.

Berdasarkan data dari akun Instagram resmi Program BERANI Cerdas, jumlah penerima beasiswa hingga saat ini telah mencapai 23.568 mahasiswa. Capaian tersebut dinilai signifikan, mengingat program tersebut dijalankan di tengah pengetatan anggaran nasional.

Efriza menambahkan, fokus Anwar Hafid pada sektor pendidikan mencerminkan pemahaman jangka panjang dalam membangun daerah secara berkelanjutan. Pendidikan, menurutnya, merupakan fondasi utama dalam meningkatkan daya saing dan kualitas masyarakat.

“Ini menunjukkan bahwa dia memahami bagaimana membangun daerah melalui sektor pendidikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Efriza menyebut Program BERANI Cerdas tidak hanya berdampak langsung bagi mahasiswa penerima manfaat, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi kemajuan Sulawesi Tengah. Program tersebut bahkan dinilai layak menjadi rujukan bagi kepala daerah lain di Indonesia.

Selain itu, keberhasilan program pendidikan tersebut juga dinilai berpotensi memperkuat posisi Anwar Hafid di tingkat nasional, seiring dengan dukungan Partai Demokrat sebagai kendaraan politiknya.

“Selama ini bantuan pendidikan seperti beasiswa gratis identik berasal dari pusat melalui KIP. Apa yang dilakukan Anwar Hafid bisa menjadi pertimbangan bahwa partai memiliki kader yang mampu menjalankan program daerah yang berdampak nyata bagi masyarakat,” pungkas Efriza. (KB/*)