Kamis, 14 Mei 2026
Daerah  

Malam Tahun Baru, Gubernur dan Wagub Sulteng serta Warga Zikir Bersama di Masjid Raya

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid
Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido menghadiri Tabligh Akbar dan zikir bersama masyarakat di Masjid Raya Baitul Khairaat Palu, Rabu malam (31/12/25). FOTO: istimewa

PALU,netiz.id — Malam pergantian tahun di Kota Palu berlangsung khidmat. Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido mengisi malam Tahun Baru dengan zikir dan doa bersama masyarakat di Masjid Raya Baitul Khairaat Palu, Rabu malam (31/12/2025).

Ribuan jamaah memadati masjid terbesar di Sulawesi Tengah itu untuk mengikuti Tabligh Akbar dan zikir bersama sebagai penutup tahun 2025. Suasana religius dan penuh kekhusyukan mewarnai malam pergantian tahun, jauh dari euforia perayaan yang biasa dilakukan di ruang terbuka.

Tabligh Akbar menghadirkan penceramah Ustadz Ruslan Demanto. Turut hadir Gubernur Sulawesi Tengah ke-2 Bandjela Paliudju, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Novalina, unsur Forkopimda, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat.

Gubernur Anwar Hafid mengungkapkan bahwa sebelum menghadiri kegiatan zikir bersama, dirinya bersama Kapolda Sulawesi Tengah terlebih dahulu melakukan patroli untuk memantau situasi keamanan di Kota Palu. Ia bersyukur karena kondisi kota terpantau relatif aman dan kondusif.

Menurutnya, ketenangan tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk merayakan malam tahun baru dengan cara yang lebih bermakna. Pemerintah provinsi, kata dia, sejak awal telah mengimbau agar perayaan pergantian tahun dilakukan secara sederhana dan penuh empati.

Imbauan tersebut juga dimaksudkan sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tengah berjuang bangkit dari bencana alam, sebagaimana pengalaman yang pernah dialami Sulawesi Tengah pada 2018 silam.

“Sebagai wujud kepedulian dan solidaritas, malam ini kita berkumpul di rumah Allah untuk berdoa bersama. Kita memohon agar Sulawesi Tengah senantiasa dalam lindungan-Nya, aman, damai, dan rukun, sekaligus mendoakan saudara-saudara kita yang sedang diuji agar diberi kekuatan,” ujar Anwar Hafid.

Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang dengan kesadaran sendiri memilih mengisi malam pergantian tahun di masjid. Menurutnya, hal tersebut menjadi refleksi spiritual yang penting untuk menyongsong tahun baru dengan hati yang lebih bersih dan niat yang lebih baik.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustadz Ruslan Demanto mengajak seluruh jamaah menjadikan pergantian tahun sebagai momentum muhasabah diri. Ia menegaskan bahwa setinggi apa pun jabatan dan status seseorang, pada hakikatnya tetaplah hamba di hadapan Allah SWT.

Kegiatan zikir dan doa bersama tersebut berlangsung hingga menjelang pergantian tahun dan ditutup dengan doa untuk keselamatan serta keberkahan, dengan harapan agar Sulawesi Tengah dan seluruh negeri senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT di tahun yang akan datang. (KB/*)