Jumat, 1 Mei 2026
Daerah  

Gubernur Anwar Hafid: Pers Harus Kembali Jadi Penyambung Lidah Rakyat

Gubernur Anwar Hafid
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyampaikan sambutan saat menghadiri kegiatan Jalan Sehat Aliansi Pewarta Labua dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Taman Kota Fonuasingko, Morowali, Minggu (08/02/26). FOTO: Biro Adpim Pemprov Sulteng

MOROWALI,netiz.id Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan bahwa insan pers harus kembali pada hakikatnya sebagai penyambung lidah rakyat. Hal itu disampaikannya sebagai bentuk dukungan terhadap kebebasan pers sekaligus penguatan demokrasi di daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan Anwar Hafid saat menghadiri kegiatan Jalan Sehat bersama Aliansi Pewarta Labua dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Taman Kota Fonuasingko, Morowali, Minggu (08/02/26).

Dalam sambutannya, Anwar Hafid mengingatkan agar pers tidak semata-mata terjebak dalam kepentingan industri, tetapi tetap berpegang pada nilai-nilai idealisme jurnalistik.

“Saya sampaikan kepada pers agar jangan terfokus pada industri, tetapi kembali ke fitrahnya sebagai penyambung lidah rakyat,” kata Anwar Hafid.

Menurutnya, kiprah pers di tengah masyarakat sangat dibutuhkan. Pers memiliki peran strategis sebagai pilar keempat demokrasi yang menjaga keseimbangan antara pemerintah dan masyarakat.

Ia menegaskan, insan pers dapat menjadi jembatan informasi antara rakyat dan pemerintah, terutama dalam menyampaikan berbagai persoalan sosial yang terjadi di daerah.

“Pers ini sebagai pelindung rakyat. Banyak masyarakat kita di pelosok atau daerah yang hidup dalam kesusahan, tetapi tidak sampai ke kita. Dengan adanya pers, hal-hal seperti itu bisa sampai kepada pemerintah,” ujarnya.

Anwar Hafid juga menegaskan bahwa pemerintah tidak alergi terhadap kritik maupun pemberitaan negatif, selama disampaikan secara objektif dan sesuai dengan kaidah jurnalistik.

Menurutnya, pemberitaan yang viral justru dapat menjadi pemicu bagi pemerintah untuk bertindak cepat dan tepat dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

“Tidak semua mata pemerintah bisa menjangkau hal-hal terkecil di masyarakat. Karena itu, kita membutuhkan pers,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, ia kembali menekankan bahwa pers harus berdiri tegak lurus dalam membela kepentingan rakyat kecil serta memperjuangkan keadilan sosial.

Ia juga mengingatkan agar insan pers tidak terjebak dalam kepentingan politik praktis maupun tekanan industri.

“Penyambung lidah rakyat yang lemah, itulah identitas sejati insan pers. Tidak perlu menyambung lidah rakyat yang kuat, tetapi rakyat yang lemah,” imbuhnya.

Menutup sambutannya, Anwar Hafid meminta pemerintah daerah di Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Morowali, agar memberikan perhatian lebih kepada insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Saya titip pesan kepada Pak Bupati agar insan pers ini bisa lebih diperhatikan lagi,” pungkasnya. (KB/*)