Selasa, 16 Juni 2026
Daerah  

Cerita Perjalanan Karier Anwar Hafid: Dari Pengantar Surat hingga Pimpin Sumpah 8.000 ASN

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid
Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, memberikan sambutan saat memimpin pengambilan sumpah dan janji Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2025 di Gedung Pogombo, Palu, Kamis (04/12/25). FOTO: istimewa

PALU,netiz.id — Pengambilan sumpah dan janji ASN Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2025 di Gedung Pogombo, Kamis (04/12/25), menjadi momen refleksi bagi Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid. Di hadapan sekitar 8.000 ASN baru, ia mengisahkan perjalanan kariernya yang penuh kerja keras dan kesederhanaan.

Anwar Hafid bercerita bahwa ia memulai karier sebagai CPNS pada 1989 dengan pangkat II/A. Saat itu, ia menjalani tugas-tugas dasar seperti mengetik surat, membuat amplop, mengantar dokumen dan surat ke berbagai instansi. Tak satu pun dari pekerjaan tersebut dianggapnya remeh.

“Saya pernah jadi tukang ketik, pembuat amplop, bahkan pengantar surat. Semua proses itu yang menguatkan saya hingga bisa naik pangkat sampai IV/B,” kata Anwar.

Ia juga mengenang godaan gaya hidup ketika dirinya menjabat sebagai camat dan fasilitas mulai membaik. Ia bersama istrinya, yang juga ASN, memilih tetap hidup sederhana dan mendahulukan kebutuhan keluarga daripada mengejar kemewahan.

Bahkan, ia pernah mengambil risiko besar ketika memutuskan maju sebagai calon bupati hanya bermodalkan SK PNS. “Kalau saya tidak terpilih, rumah bisa hilang. Tapi saya tidak mau menggadaikan sumpah dan janji sebagai ASN demi mengejar hal lain,” tegasnya.

Menurut Anwar, sumpah yang diucapkan ASN bukan sekadar seremonial, melainkan janji suci yang harus dijaga. Ia menegaskan bahwa ASN adalah barisan terdepan penjaga integritas negara.

“ASN harus menjadi barisan yang siap bekerja, siap diatur, dan siap menjaga amanah,” ujarnya. (KB/*)