BANGGAI LAUT, NETIZ – Basarnas Palu resmi menghentikan operasi pencarian terhadap seorang nelayan bernama Wiranto (28) yang hilang di perairan Desa Kasuari, Banggai Laut. Keputusan ini diambil pada Kamis (16/07) setelah tim gabungan melakukan penyisiran intensif selama lima hari tanpa hasil yang signifikan.
Korban sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat sedang memancing sejak Sabtu (11/07). Meskipun rekan korban sudah mengajak pulang karena cuaca buruk, Wiranto memilih tetap bertahan di laut sendirian hingga akhirnya tidak kunjung kembali ke daratan pada hari yang sama.
Tim SAR Gabungan telah mengerahkan dua unit perahu nelayan untuk menyisir area hingga radius 35 nautical mile dari titik koordinat terakhir. Kendala utama yang dihadapi oleh tim Basarnas Palu di lapangan meliputi luasnya area operasi serta kondisi arus laut dan angin yang tidak menentu.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan, pemerintah daerah, aparat setempat, masyarakat, dan keluarga korban atas kerja sama yang telah terjalin selama operasi berlangsung,” kata Muh. Rizal, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu.
“Apabila nantinya terdapat informasi baru yang dapat dipertanggungjawabkan mengenai keberadaan korban, Operasi SAR akan kembali dibuka sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Muh. Rizal.
Sebelum diputuskan berakhir, Basarnas Palu bersama keluarga korban dan pemerintah desa telah melakukan musyawarah terkait kondisi di lapangan. Berdasarkan kesepakatan bersama, status pencarian kini beralih ke tahap pemantauan pasif untuk memantau tanda-tanda baru di sekitar lokasi.
Operasi ini melibatkan berbagai unsur mulai dari BPBD Banggai Laut, Bhabinkamtibmas, hingga masyarakat nelayan setempat. Selama pelaksanaan hari terakhir, kondisi cuaca dilaporkan berawan dengan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter di perairan tersebut. (KB/*)





