PALU,netiz.id – SMP Islam Terpadu (IT) Al Fahmi Kota Palu berhasil mencuri perhatian pengunjung dalam rangkaian puncak Milad ke-24 PKS di Kota Palu, Sabtu (17/05/26). Lewat pertunjukan teater bertajuk Berani No More, para siswa menampilkan kisah yang mengangkat permainan rakyat tilako, salah satu permainan tradisional yang kini mulai jarang dimainkan dan terancam terlupakan.
Penampilan para siswa SMP IT Al Fahmi tampil memukau dengan menggabungkan unsur teater, musik, komedi, serta pesan sosial tentang pentingnya menjaga dan melestarikan permainan tradisional di tengah derasnya perkembangan teknologi digital.
Pertunjukan tersebut menjadi hiburan tersendiri bagi para pengunjung Milad PKS. Tak hanya menyajikan aksi panggung yang menghibur, naskah yang dibawakan juga menyisipkan pesan mendalam mengenai harapan anak-anak agar permainan tradisional tetap mendapatkan ruang dan perhatian di tengah kehidupan modern saat ini.
Seluruh unsur pertunjukan, mulai dari akting hingga musik pengiring, dimainkan langsung oleh para siswa. Kolaborasi itu menghadirkan suasana yang hidup dan mendapat sambutan meriah dari penonton.
Sutradara sekaligus penggarap naskah, Nurdewi, mengatakan pemilihan tilako sebagai tema utama bukan tanpa alasan. Permainan tradisional tersebut sengaja diangkat karena saat ini keberadaannya semakin jarang ditemukan.
“Permainan tilako kami pilih karena sudah mulai ditinggalkan. Sekarang anak-anak lebih banyak mengenal permainan digital, padahal permainan tradisional memiliki nilai kebersamaan, interaksi sosial, dan melatih ketangkasan secara langsung,” ujarnya.
Menurutnya, perkembangan era digital secara perlahan telah mengubah pola bermain anak-anak. Permainan yang sebelumnya dimainkan secara berkelompok di ruang terbuka kini mulai tergeser oleh gawai dan permainan digital yang lebih praktis dan mudah diakses.
Untuk membuat pertunjukan terasa lebih dekat dengan penonton, pihaknya juga menyisipkan unsur komedi yang dikemas melalui cerita keseharian anak-anak di Kota Palu.
“Kami sengaja memasukkan beberapa unsur komedi dalam pertunjukan teater yang dikemas santai dengan latar kehidupan sehari-hari anak-anak di Kota Palu,” tambahnya.
Tak hanya dari sisi cerita, pertunjukan tersebut juga diperkuat dengan iringan alat musik tradisional dan modern seperti kakula, jimbe, kadode, rabana, kibor, hingga gitar akustik. Menariknya, seluruh alat musik tersebut dimainkan langsung oleh para siswa SMP IT Al Fahmi.
Penampilan semakin semarak saat pertunjukan ditutup dengan duet vokal yang membawakan lagu Kita To Kaili, menambah nuansa lokal yang kental sekaligus menjadi penutup manis dalam penampilan mereka.
Melalui pertunjukan ini, SMP IT Al Fahmi tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk kembali mengingat dan melestarikan permainan tradisional yang menjadi bagian dari warisan budaya daerah. (KB/*)





