Senin, 8 Juni 2026

Gubernur Anwar Hafid Dorong Perusahaan di Sulteng Prioritaskan Pelamar Lokal

Gubernur Anwar Hafid
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, melambaikan tangan kepada masyarakat saat menutup Semarak Sulteng Nambaso 2026 di Lapangan Immanuel, Kota Palu, Sabtu (18/04/26) malam. FOTO: Prokopim Setda Sigi

PALU,netiz.idGubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mendorong seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Sulawesi Tengah agar memprioritaskan pelamar lokal dalam proses rekrutmen tenaga kerja.

Hal itu disampaikan Anwar Hafid saat menutup kegiatan Semarak Sulteng Nambaso (SSN) di Lapangan Immanuel, Kota Palu, Sabtu (18/04/26) malam.

Menurutnya, pelaksanaan job fair dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membuka peluang kerja.

“Dalam rangkaian ulang tahun ini ada banyak kegiatan, salah satunya job fair. Saya doakan semoga masyarakat yang melamar bisa segera diterima dan mendapatkan pekerjaan melalui kegiatan ini,” ujar Anwar Hafid.

Ia menegaskan, perusahaan yang membuka lowongan kerja dalam job fair SSN 2026 harus memberi prioritas kepada pelamar yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Sulawesi Tengah.

Menurut Anwar, kebijakan tersebut penting untuk memastikan masyarakat lokal dapat merasakan langsung manfaat dari pertumbuhan investasi dan pembangunan yang terus berkembang di daerah.

“Saya mengimbau kepada seluruh perusahaan yang membuka lowongan pada job fair kali ini agar menerima pekerja dengan KTP Sulteng,” tegasnya.

Anwar Hafid menilai, meningkatnya penyerapan tenaga kerja lokal akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Selain itu, langkah tersebut juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi pembangunan Sulteng Nambaso.

“Ini agar anak-anak kita bisa mendapat pekerjaan, sehingga Sulteng Nambaso dapat terwujud di masa mendatang,” tambahnya.

Pelaksanaan job fair pada HUT ke-62 Sulteng ini menjadi salah satu upaya konkret Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam menghubungkan pencari kerja dengan dunia industri.

Selain membuka akses lapangan kerja, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Dengan demikian, masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton di tengah masuknya investasi, tetapi juga menjadi pihak yang paling merasakan manfaat pembangunan di Sulawesi Tengah. (KB/*)