PALU,netiz.id – Ketua Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah, Hj Wiwik Jumatul Rofi’ah, mengungkapkan pentingnya pendidikan politik bagi kaum perempuan agar lebih berani dan siap terlibat dalam dunia politik praktis.
Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam kegiatan talk show yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis (16/04/26). Dalam forum tersebut, Bunda Wiwik sapaan akrabnya membahas dampak pemisahan pemilu berdasarkan keputusan terbaru Mahkamah Konstitusi terhadap peluang perempuan di dunia politik.
Menurut Srikandi PKS Sulteng itu, pendidikan politik memiliki peran penting dalam membangun kesadaran perempuan sebagai warga negara yang memiliki hak dan tanggung jawab dalam menentukan arah pembangunan daerah maupun nasional.
“Peran pendidikan politik bukan sekadar memberi tahu tentang pemilu, tetapi membentuk cara berpikir, sikap, dan karakter dalam bernegara. Pendidikan politik adalah jantung dari demokrasi yang sehat,” kata Wiwik.
Ia menjelaskan, masih banyak masyarakat, termasuk perempuan, yang mengikuti pemilu tanpa memahami makna dan dampak dari pilihan politik mereka. Karena itu, pendidikan politik menjadi instrumen penting untuk membangun kesadaran bahwa memilih bukan hanya rutinitas lima tahunan, tetapi keputusan penting yang menentukan masa depan masyarakat.
Selain itu, pendidikan politik juga dinilai mampu melahirkan pemilih yang cerdas dan kritis. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh janji politik, pencitraan, maupun praktik politik uang.
Wiwik menegaskan, perempuan harus memiliki keberanian, pengetahuan, dan kapasitas untuk terlibat dalam politik, baik sebagai pemilih maupun sebagai pemimpin. Menurutnya, keterlibatan perempuan sangat penting agar kebijakan yang lahir benar-benar mewakili seluruh lapisan masyarakat.
“Dengan pendidikan politik, perempuan memiliki keberanian, pengetahuan, dan kapasitas untuk terlibat, baik sebagai pemilih yang kritis maupun sebagai pemimpin,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan politik tidak boleh hanya hadir menjelang pemilu, tetapi harus menjadi proses yang berkelanjutan melalui sekolah, keluarga, organisasi, majelis, hingga media sosial.
Menurut Wiwik, jika ingin menciptakan politik yang bersih, adil, dan bermartabat, maka investasi terbesar yang harus dilakukan adalah memperkuat pendidikan politik di tengah masyarakat, khususnya bagi kaum perempuan. (KB/*)






