Selasa, 2 Juni 2026

PKSM DPW PKS Sulteng Berakhir, Wahyuddin Ungkap Kondisi Nyata DPD di Daerah

PKS SULTENG
Ketua DPW PKS Sulawesi Tengah, Muhammad Wahyuddin. FOTO: Humas PKS Sulteng

PALU,netiz.id – Rangkaian kegiatan Pembinaan, Koordinasi, Supervisi, dan Monitoring (PKSM) yang dilaksanakan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Tengah bersama Dewan Syariah Wilayah (DSW) dan Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) resmi berakhir pada akhir Mei 2026.

Program yang dimulai sejak awal Mei tersebut menjangkau seluruh Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS di Sulawesi Tengah. Adapun Kabupaten Donggala, Kabupaten Banggai Laut (Balut), dan Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) menjadi titik akhir pelaksanaan PKSM tahun ini.

Ketua DPW PKS Sulawesi Tengah, Muhammad Wahyuddin, mengatakan pelaksanaan PKSM memberikan banyak informasi dan masukan berharga terkait kondisi organisasi di tingkat daerah.

Menurutnya, dengan turun langsung ke seluruh DPD, jajaran DPW dapat melihat secara nyata perkembangan organisasi, tantangan yang dihadapi, hingga berbagai kebutuhan yang memerlukan perhatian dan tindak lanjut.

“Ada banyak informasi yang menjadi masukan, bahan evaluasi, dan otokritik bagi kami di DPW terkait kondisi sebenarnya di daerah-daerah. Hasil PKSM ini selanjutnya akan menjadi bahan rapat pleno untuk kemudian ditindaklanjuti,” ujar Wahyuddin saat memimpin tim PKSM di Balut dan Bangkep pada 30–31 Mei 2026.

Ia menjelaskan, selain menjadi sarana evaluasi, PKSM juga bertujuan menyelaraskan program partai dari tingkat pusat hingga daerah agar tercipta kesamaan gerak dan arah perjuangan organisasi.

Dalam setiap pertemuan dengan pengurus DPD, tim PKSM turut menekankan pentingnya budaya musyawarah dalam pengelolaan organisasi. Menurut Wahyuddin, musyawarah merupakan prinsip utama yang harus dijaga untuk menjaga soliditas dan kekompakan partai.

“Dalam mengelola DPD, upayakan musyawarah menjadi jalan keluar atas berbagai dinamika organisasi. Hindari sikap otoriter karena hanya akan melahirkan persoalan yang dapat melemahkan struktur partai,” tegasnya.

Wahyuddin menambahkan, PKS selama ini dikenal sebagai partai yang memiliki kader militan dan struktur organisasi yang solid dari tingkat pusat hingga akar rumput. Karena itu, penguatan kaderisasi dan tata kelola organisasi menjadi fokus penting dalam setiap pelaksanaan PKSM.

Selain mengevaluasi program kerja DPD, kegiatan tersebut juga membahas berbagai aspek penting lainnya, mulai dari administrasi organisasi, pengelolaan keuangan, hingga strategi pelayanan kepada masyarakat.

“Sesuai arahan Presiden PKS, saat ini kita fokus pada kader dan kaderisasi serta pelayanan publik. Ini menjadi prioritas yang harus terus diperkuat oleh seluruh struktur partai,” katanya.

DPW PKS Sulawesi Tengah juga mendorong seluruh DPD untuk terus meningkatkan kegiatan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mempublikasikannya secara maksimal agar manfaatnya dapat diketahui secara luas.

Lebih lanjut, Wahyuddin menegaskan bahwa PKSM akan menjadi agenda rutin DPW PKS Sulawesi Tengah sebagai bagian dari upaya pembinaan dan penguatan organisasi.

“Insya Allah, PKSM akan menjadi agenda rutin. Minimal setiap empat bulan kami akan kembali turun ke DPD-DPD se-Sulawesi Tengah untuk memastikan pembinaan dan evaluasi organisasi berjalan dengan baik,” tandasnya.

Menurutnya, melalui kegiatan tersebut, DPW PKS Sulawesi Tengah berharap dapat terus memperkuat soliditas struktur, meningkatkan kualitas kaderisasi, serta memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan secara optimal di seluruh daerah. (KB/*)