SIGI,netiz.id — Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan bahwa perbaikan rumah tidak layak huni menjadi salah satu strategi utama pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan di Sulawesi Tengah.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama Pemerintah Kabupaten Sigi dan masyarakat di Desa Dolo, Selasa (03/03/26).
Menurut Anwar Hafid, persoalan perumahan masih menjadi salah satu penyumbang terbesar tingginya angka kemiskinan di berbagai daerah.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan mendorong seluruh kepala daerah untuk memprioritaskan program perbaikan rumah tidak layak huni mulai tahun 2027.
“Kalau rumah rakyat kita perbaiki, insyaallah angka kemiskinan bisa turun. Saya bangga melihat Bupati Sigi turun langsung mengecek rumah tidak layak huni. Ini bukti kita satu visi untuk rakyat,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Sigi pada tahun 2026 mendapatkan dukungan anggaran yang cukup besar dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi, mencapai ratusan miliar rupiah di luar APBD Kabupaten.
Anggaran tersebut akan digunakan untuk berbagai program pembangunan, termasuk penanganan kawasan kumuh, perbaikan lingkungan permukiman, serta penguatan sektor pertanian.
Selain itu, Gubernur juga memastikan kelanjutan program pendidikan Berani Cerdas, yang memberikan bantuan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa Sulawesi Tengah.
Pembayaran UKT tersebut dilakukan langsung ke perguruan tinggi yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi dan saat ini telah menjangkau ratusan kampus di Indonesia.
“Tahun lalu sekitar 23 ribu mahasiswa kita bantu. Tahun ini saya berharap jumlahnya bisa dua kali lipat. Selama niat kita untuk membangun daerah baik, insyaallah Allah mudahkan,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Anwar Hafid juga mengajak masyarakat mendukung program Berani Berkah melalui gerakan Sulteng Berjamaah dan Sulteng Mengaji sebagai upaya memperkuat nilai spiritual dalam pembangunan daerah.
“Pemimpin butuh doa rakyatnya. Doakan kami agar sehat, kuat, dan tetap berpihak kepada rakyat. Kalau rakyat dan pemimpinnya saling mendoakan, insyaallah daerah ini akan maju,” pungkasnya. (KB/*)






