Sabtu, 2 Mei 2026
Daerah  

Wagub Sulteng Sebut Penguasaan Mikroskop Kunci Akurasi Diagnosis Pasien

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, menyampaikan sambutan saat membuka Workshop Komprehensif Optimalisasi Teknik Mikroskop dan Manajemen Perawatan Rutin di Aula Kedokteran Universitas Tadulako, Palu, Sabtu (31/01/26). FOTO: Biro Adpim Pemprov Sulteng

PALU,netiz.idWakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, menegaskan bahwa penguasaan teknik mikroskop menjadi kunci utama dalam menjamin akurasi diagnosis pasien. Ketelitian dalam membaca preparat serta manajemen perawatan alat laboratorium dinilai sangat menentukan kualitas pelayanan kesehatan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Reny saat membuka Workshop Komprehensif Optimalisasi Teknik Mikroskop dan Manajemen Perawatan Rutin yang digelar di Aula Kedokteran Universitas Tadulako, Sabtu (31/01/26).

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menekankan bahwa kemampuan membaca preparat menggunakan mikroskop merupakan keterampilan dasar yang wajib dikuasai oleh calon dokter maupun dokter spesialis patologi klinik. Menurutnya, kesalahan dalam penggunaan maupun perawatan mikroskop dapat berdampak langsung terhadap ketepatan diagnosis pasien.

“Diagnosis tidak bisa ditegakkan tanpa pemeriksaan laboratorium yang baik. Karena itu, penguasaan mikroskop, mulai dari pembesaran 10, 40 hingga 100, termasuk penggunaan imersi dan perawatan lensa, harus benar-benar diperhatikan,” ujarnya.

Wakil Gubernur juga mengungkapkan bahwa jumlah dokter spesialis patologi klinik di Sulawesi Tengah saat ini masih terbatas. Dari kebutuhan yang ada, daerah ini baru memiliki sekitar 16 dokter spesialis patologi klinik yang tersebar di 12 kabupaten dan satu kota. Kondisi tersebut menyebabkan masih terdapat rumah sakit yang belum memiliki dokter spesialis patologi klinik secara tetap.

Ia berharap ke depan jumlah dokter spesialis patologi klinik terus bertambah, sehingga setiap kabupaten tidak hanya memiliki satu, tetapi dua hingga tiga dokter spesialis. Dengan demikian, pelayanan laboratorium kesehatan dapat berjalan lebih optimal dan merata.

Selain itu, Wakil Gubernur mendorong para dokter umum serta tenaga analis kesehatan agar tidak ragu melanjutkan pendidikan ke jenjang spesialis. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus berjalan seiring dengan peningkatan mutu laboratorium.

“Kualitas laboratorium sangat menentukan kepercayaan tenaga klinis. Jika kualitas laboratorium tidak baik, maka hasil pemeriksaan akan diragukan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur turut mengingatkan pentingnya proses pra-analitik, analitik, dan pasca-analitik dalam pemeriksaan laboratorium. Kesalahan dalam pengambilan maupun penanganan sampel, katanya, dapat memengaruhi hasil pemeriksaan secara signifikan.

Workshop ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten yang menyampaikan materi terkait teknik penggunaan mikroskop, perawatan alat, serta peningkatan mutu pelayanan laboratorium kesehatan. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan sekaligus mendorong pemerataan layanan laboratorium yang berkualitas di seluruh wilayah Sulawesi Tengah. (KB/*)