Sabtu, 2 Mei 2026
Daerah  

Ketua DPRD Sulteng Dorong Sinergi Forkopimda Atasi PETI dan Narkotika

Arus Abdul Karim
Ketua DPRD Sulteng, H. Mohammad Arus Abdul Karim, menghadiri Rapat Forkopimda Provinsi Sulawesi Tengah di Palu, Kamis (29/01/26). FOTO: istimewa

PALU,netiz.id — Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, H. Mohammad Arus Abdul Karim, mendorong penguatan sinergi antarunsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam mengatasi persoalan Pertambangan Tanpa Izin (PETI) dan peredaran narkotika yang dinilai menjadi ancaman serius bagi daerah.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Forkopimda Provinsi Sulawesi Tengah yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, bertempat di Ruang Rapat Kodam XIII/Merdeka (Palaka Wira), Kamis (29/01/26).

Rapat tersebut turut dihadiri Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, Kapolda Sulawesi Tengah, Kajati Sulawesi Tengah, Danlanud, Kabinda Sulawesi Tengah, Ketua Pengadilan Tinggi Sulawesi Tengah, serta Danlanal Palu.

Dalam rapat itu, Forkopimda membahas sejumlah isu strategis, di antaranya penanganan PETI, pemberantasan narkotika, serta stabilitas harga bahan pokok menjelang bulan suci Ramadan.

Ketua DPRD Sulteng menegaskan bahwa forum Forkopimda merupakan wadah strategis untuk memperkuat koordinasi dan komitmen bersama antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keamanan dan ketertiban daerah.

Menurutnya, persoalan PETI harus disikapi secara tegas dan berkeadilan. Aktivitas pertambangan ilegal tidak hanya merugikan negara dan daerah, tetapi juga berdampak buruk terhadap kelestarian lingkungan serta keselamatan masyarakat.

“Diperlukan langkah terpadu antara pemerintah, aparat penegak hukum, pembinaan masyarakat, serta penyediaan solusi ekonomi alternatif agar persoalan PETI dapat ditangani secara berkelanjutan,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pemberantasan narkotika dan penyalahgunaannya. Menurutnya, narkotika merupakan musuh bersama dan ancaman nyata bagi masa depan generasi muda di Sulawesi Tengah.

“Kita tidak boleh lengah. Penguatan pengawasan, edukasi, dan kolaborasi lintas sektor harus terus dilakukan agar Sulawesi Tengah benar-benar terbebas dari peredaran dan penyalahgunaan narkotika,” tegasnya.

Menjelang bulan suci Ramadan, Ketua DPRD Sulteng juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok. Pemerintah diharapkan hadir memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan harga yang terjangkau, sehingga umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan khusyuk.

Ia optimistis, dengan sinergi, kerja keras, dan komitmen bersama, Sulawesi Tengah mampu menghadapi berbagai tantangan serta terus melangkah menuju daerah yang aman, adil, dan sejahtera. (KB/*)