AMERIKA SERIKAT, NETIZ – Penyelenggaraan turnamen sepak bola di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko diproyeksikan mencatat Keuntungan Piala Dunia 2026 terbesar dalam sejarah dengan pendapatan mencapai US$13 miliar atau sekitar Rp233 triliun. Format baru dengan total 48 tim peserta meningkatkan jumlah pertandingan menjadi 104 laga yang memperluas jangkauan pasar global.
Peningkatan pendapatan ini didorong oleh hak siar televisi dan kontrak sponsor raksasa. Perusahaan perlengkapan olahraga Adidas menjadi salah satu mitra utama yang berkontribusi dalam lonjakan nilai komersial turnamen empat tahunan tersebut.
“Piala Dunia 2026 adalah yang terbesar dalam sejarah, baik dari segi jumlah tim maupun keuntungan finansial. Kami memperkirakan pendapatan mencapai 13 miliar dolar AS, sebuah rekor baru bagi FIFA,” kata Gianni Infantino, Presiden FIFA.
Selain sektor resmi, industri taruhan global juga diprediksi akan mencatat rekor baru dengan total taruhan mencapai US$50 miliar. Hal ini berarti terdapat perputaran uang rata-rata sebesar US$500 juta pada setiap pertandingan yang digelar selama turnamen berlangsung.
“Format 48 tim membuka peluang lebih besar bagi sponsor dan penyiaran. Ini bukan hanya pesta sepak bola, tapi juga mesin ekonomi global,” kata Alejandro Dominguez, Presiden CONMEBOL.
Klub-klub sepak bola dunia juga mendapatkan jatah kompensasi sebesar US$355 juta karena telah melepas pemain mereka untuk membela tim nasional. Kebijakan ini diambil guna memastikan distribusi keuntungan yang lebih merata di ekosistem sepak bola internasional.
“Kompensasi klub dari FIFA sebesar 355 juta dolar AS adalah bentuk keadilan. Klub yang melepas pemain ke Piala Dunia harus mendapat imbalan finansial,” kata Richard Masters, CEO Premier League.
Secara teknis, stasiun televisi memanfaatkan jeda hidrasi pemain untuk menyisipkan iklan tambahan selama 260 detik per laga. Strategi ini diperkirakan mampu menghasilkan pendapatan tambahan hingga US$200 juta hanya dari fase grup saja.
Turnamen ini dijadwalkan berlangsung mulai 08/06 sampai 19/07 2026. Meskipun mencatatkan angka fantastis bagi penyelenggara, tantangan inflasi dan biaya akomodasi yang mahal tetap menjadi sorotan utama bagi para penggemar yang akan hadir langsung di stadion. (KB/*)





