Selasa, 19 Mei 2026

Kiprah Bunda Wiwik Antar BPKK Raih Prestasi Politik 2024

Wiwik
Bunda Wiwik Jumatul Rofi’ah menerima penghargaan untuk Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) PKS Sulawesi Tengah pada Muswil VI PKS Sulteng di Palu, Minggu (24/08/25). FOTO: istimewa

PALU,netiz.id – Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Tengah mencatatkan prestasi gemilang dalam Pemilu 2024. Di bawah kepemimpinan Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, atau yang akrab disapa Bunda Wiwik, BPKK berhasil menjadi salah satu motor penggerak peningkatan suara PKS di Bumi Tadulako.

Prestasi tersebut mendapat apresiasi khusus dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) VI PKS Sulawesi Tengah yang digelar di Kota Palu, Minggu (24/08/25). Dari sembilan kategori penghargaan yang diberikan, BPKK menjadi salah satu bidang yang diganjar penghargaan atas kiprahnya.

Selama lima tahun terakhir, BPKK di bawah komando Bunda Wiwik dikenal produktif dengan berbagai program pemberdayaan perempuan dan keluarga. Salah satunya adalah pembentukan Rumah Keluarga Indonesia (RKI) yang hampir merata di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah. Kehadiran RKI terbukti memberikan dampak signifikan, tidak hanya pada penguatan peran perempuan dan keluarga, tetapi juga pada peningkatan basis dukungan PKS di Pemilu 2024.

Usai menerima penghargaan, Ketua Fraksi PKS Sulteng itu menegaskan bahwa capaian tersebut bukanlah hasil kerja individu, melainkan hasil kerja kolektif seluruh pengurus dan kader perempuan PKS di Sulawesi Tengah.

“Penghargaan ini adalah hasil kerja tim, bukan hanya BPKK DPW, tetapi juga BPKK di seluruh DPD se-Sulteng. Tanpa mereka mustahil kita bisa meraih prestasi ini. Penghargaan ini sekaligus menjadi motivasi untuk terus berkontribusi di periode mendatang, di mana BPKK kini berganti nama menjadi Bidang Perempuan dan Keluarga,” ujar Bunda Wiwik.

Kiprah Bunda Wiwik dan BPKK dinilai telah memberikan warna tersendiri dalam perjalanan PKS Sulawesi Tengah. Apresiasi yang diberikan di Muswil VI menjadi penegasan bahwa peran perempuan dalam politik bukan hanya pelengkap, tetapi juga penentu dalam strategi pemenangan partai. (KB/*)