JAKARTA, NETIZ – Total populasi Indonesia mencapai 290,1 juta jiwa pada Semester I 2026, meningkat 1,8 juta dari periode sebelumnya menurut Data Kependudukan Bersih (DKB) yang dirilis Ditjen Dukcapil Kemendagri.
Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) menyatakan data ini dikumpulkan melalui konsolidasi dari 514 kabupaten/kota. Data kependudukan 2026 menjadi acuan resmi penyusunan kebijakan publik hingga distribusi bansos.
Komposisi gender menunjukkan 146,4 juta laki-laki dan 143,7 juta perempuan. Sebanyak 70% penduduk masuk kategori usia produktif (15-64 tahun), 24% anak-anak (0-14 tahun), dan 6% lansia (65+).
“Data ini menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam merancang kebijakan publik, terutama di bidang kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial,” kata Dr. Drs. H. Teguh Setyabudi, M.Pd, Dirjen Dukcapil Kemendagri.
Sekjen Kemendagri menekankan data kependudukan 2026 telah dibersihkan dari duplikasi. “Pelayanan publik seperti KTP-el dan akta kelahiran dapat lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Data ini berdampak luas mulai dari alokasi APBN, penetapan DPT Pemilu 2029, hingga analisis pasar bagi pelaku usaha. Landasan hukum mengacu pada UU No. 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan. (KB/*)





