Selasa, 26 Mei 2026
Daerah  

DPRD Sulteng Nilai Daerah Siap Hadapi Bencana Hidrometeorologi dan Nataru

DPRD SULTENG
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Hidayat Pakamundi, bersama Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido serta unsur TNI, Polri, BPBD, dan instansi terkait memantau kesiapan posko dan sistem pengendalian dalam Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi serta Pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Lapangan Gubernur Sulawesi Tengah, Palu, Senin (15/12/25). FOTO: istimewa

PALU,netiz.id DPRD Provinsi Sulawesi Tengah menilai daerah telah siap menghadapi potensi bencana hidrometeorologi serta pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Penilaian tersebut disampaikan saat menghadiri Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi dan Apel Pengamanan Nataru yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah di Lapangan Gubernur Sulawesi Tengah, Senin (15/12/25).

Apel kesiapsiagaan dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, yang mewakili Gubernur Sulawesi Tengah. Kegiatan ini diikuti unsur TNI, Polri, BPBD, serta instansi terkait lainnya sebagai bentuk penguatan koordinasi lintas sektor menghadapi potensi bencana dan gangguan keamanan pada akhir tahun.

Mewakili Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Ketua Komisi IV DPRD Sulteng, Hidayat Pakamundi, menyampaikan dukungan penuh DPRD terhadap langkah-langkah pemerintah daerah dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi, khususnya di tengah meningkatnya intensitas curah hujan.

“Dengan dilaksanakannya apel siaga ini, kami menilai Sulawesi Tengah telah siap menghadapi potensi bencana sekaligus mengamankan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Mudah-mudahan kondisi daerah kita hingga akhir tahun dan memasuki awal tahun tetap aman, tertib, dan kondusif,” ujar Hidayat.

Ia menegaskan, Sulawesi Tengah merupakan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi, terutama saat musim penghujan. Karena itu, kesiapan personel, peralatan, serta koordinasi lintas sektor menjadi faktor kunci dalam meminimalkan risiko dan dampak bencana.

Hidayat juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan, meningkatkan kewaspadaan, serta mematuhi imbauan dari aparat dan pemerintah daerah agar perayaan Natal dan Tahun Baru dapat berlangsung dengan aman dan penuh kebersamaan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, tenaga kesehatan, serta seluruh unsur masyarakat dalam mengantisipasi potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang kerap terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah.

Melalui apel kesiapsiagaan ini, diharapkan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta koordinasi antarinstansi semakin solid sehingga respons cepat dapat dilakukan apabila terjadi bencana maupun gangguan keamanan selama periode akhir tahun.

Apel tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan kendaraan roda tiga untuk kelurahan dan karang taruna sebagai bentuk dukungan terhadap pelayanan dan kesiapsiagaan di tingkat masyarakat. (KB/*)