Kamis, 4 Juni 2026

Tingkat Kemiskinan Donggala Masih 14,66 Persen, Bappeda Sulteng Dorong Optimalisasi Program Berani Mombangu

Bappeda Sulteng
Sekretaris Bappeda Sulteng, Dony Kurnia Budjang (kanan), menyerahkan dokumen Program Berani Mombangu kepada Wakil Bupati Donggala, Taufik M. Burhan, di Aula Kasiromu, Kamis (04/06/26). FOTO: Prokopim Setda Donggala

DONGGALA,netiz.idPemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus memperkuat langkah percepatan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Donggala melalui Program Berani Mombangu. Upaya tersebut ditandai dengan penyerahan 50 tenaga fasilitator desa yang akan mendampingi pelaksanaan program di lima kecamatan.

Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. Arfan diwakili Sekretaris Bappeda, Dony Kurnia Budjang mengatakan Kabupaten Donggala masih menjadi salah satu daerah dengan tingkat kemiskinan di atas rata-rata provinsi sehingga membutuhkan perhatian dan kerja sama lintas sektor.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) periode Maret 2025, tingkat kemiskinan Kabupaten Donggala tercatat sebesar 14,66 persen dengan jumlah penduduk miskin mencapai sekitar 45,92 ribu jiwa.

Meski mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata tingkat kemiskinan Provinsi Sulawesi Tengah yang pada September 2025 berada di angka 10,52 persen.

“Karena itu, Kabupaten Donggala masih termasuk dalam enam kabupaten di Sulawesi Tengah yang tingkat kemiskinannya berada di atas rata-rata provinsi,” ungkap Dony Kurnia Budjang saat kegiatan serah terima fasilitator Program Berani Mombangu di Aula Kasiromu, Kantor Bupati Donggala, Kamis (04/06/26).

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah menyiapkan sejumlah program prioritas melalui Gerakan Berani, seperti Berani Cerdas, Berani Sehat, Berani Sejahtera, Berani Makmur, Berani Lancar, dan Berani Menyala.

Program-program tersebut dirancang secara terpadu untuk memperkuat akses masyarakat terhadap layanan dasar sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.

Ia berharap kehadiran para fasilitator desa mampu memperkuat koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pemerintah desa dalam mengintegrasikan program penanggulangan kemiskinan.

“Kolaborasi menjadi kunci utama agar seluruh program yang dijalankan dapat tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Donggala pun berkomitmen menjaga sinergi dalam pelaksanaan Program Berani Mombangu guna mempercepat penurunan angka kemiskinan serta mewujudkan pembangunan desa yang mandiri, inklusif, dan berkelanjutan. (KB/*)