Rabu, 6 Mei 2026

Gubernur Anwar Hafid Dorong Ekspor Produk Unggulan Sulawesi Tengah Tembus Pasar Global

Gubernur Anwar Hafid
Gubernur Sulteng Anwar Hafid berbincang dengan Dubes RI untuk Oman dan Yaman, Andi Rahadian. FOTO: Biro Adpim Pemprov Sulteng

PALU,netiz.idGubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid terus mendorong penguatan sektor ekonomi daerah dengan membuka akses ekspor bagi produk unggulan Sulawesi Tengah ke pasar global. Langkah ini dilakukan melalui sinergi dengan pemerintah pusat serta penjajakan kerja sama internasional, khususnya dengan negara-negara di kawasan Timur Tengah.

Upaya tersebut mengemuka dalam pertemuan bersama perwakilan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang juga dihadiri Andi Rahadian. Dalam forum itu, Gubernur menegaskan bahwa Sulawesi Tengah memiliki potensi komoditas unggulan yang sangat kompetitif untuk menembus pasar internasional.

“Kita memiliki banyak produk unggulan, mulai dari tenun Donggala, hasil pertanian, perikanan, hingga perkebunan yang siap didorong ke pasar ekspor. Tinggal bagaimana kita membuka akses dan memperkuat jaringan pemasarannya,” ujar Anwar Hafid pada Rabu (06/05/26).

Ia menilai kawasan Timur Tengah, khususnya Oman, menjadi salah satu pasar potensial yang perlu digarap secara serius. Menurutnya, diperlukan langkah konkret berupa penjajakan langsung guna melihat peluang kerja sama yang bisa segera direalisasikan.

“Negara seperti Oman memiliki potensi besar sebagai mitra dagang. Kita harus proaktif melihat peluang dan membangun komunikasi yang lebih intens,” tambahnya.

Sementara itu, Andi Rahadian menyampaikan bahwa sejumlah produk asal Sulawesi Tengah memiliki daya saing tinggi di pasar global. Komoditas seperti durian, kelapa, hingga produk olahan beku dinilai memiliki prospek cerah untuk ekspor.

“Produk-produk ini sangat diminati di pasar luar negeri. Yang perlu diperkuat adalah akses pasar, standar kualitas, serta kesinambungan produksi,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga tengah mendorong pembukaan jalur ekspor langsung guna mengurangi ketergantungan terhadap negara perantara. Selain itu, peningkatan konektivitas internasional melalui pembukaan rute penerbangan baru menjadi bagian dari strategi untuk mendukung perdagangan sekaligus menarik wisatawan mancanegara.

“Dengan konektivitas yang semakin terbuka, kita tidak hanya mendorong ekspor, tetapi juga meningkatkan sektor pariwisata dan investasi daerah,” kata Gubernur.

Ia menambahkan, kawasan seperti Banggai memiliki potensi wisata bahari yang besar dan berpeluang menjadi magnet bagi wisatawan asing jika didukung akses transportasi yang memadai.

Langkah ini menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mengintegrasikan reformasi birokrasi dengan pengembangan ekonomi daerah. Dengan strategi yang terarah, Sulawesi Tengah diharapkan mampu bersaing di pasar global sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (KB/*)