Selasa, 2 Juni 2026

Presiden PKS Al-Muzzammil Yusuf Tekankan Pentingnya Gotong Royong Hadapi Krisis Energi

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Al-Muzzammil Yusuf
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Al-Muzzammil Yusuf. FOTO: netiz.id (akib)

PALU,netiz.id — Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Al-Muzzammil Yusuf menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam menghadapi ancaman krisis energi yang berpotensi terjadi akibat konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Hal itu disampaikan Al-Muzzammil saat menghadiri kegiatan Halalbihalal PKS di Kota Palu, Ahad (05/04/26). Dalam kunjungan tersebut, ia juga melaksanakan tugas sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia untuk mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan kepada kader dan masyarakat.

Menurut Al-Muzzammil, konflik berkepanjangan di Timur Tengah perlu menjadi perhatian serius karena dapat berdampak pada sektor energi, khususnya pasokan minyak dunia. Meski demikian, ia menilai Indonesia masih memiliki ketahanan pangan yang cukup baik untuk menghadapi situasi global yang tidak menentu.

“Ketahanan pangan kita relatif aman, tetapi untuk ketahanan energi memang harus diantisipasi sejak sekarang. Konflik di Timur Tengah belum ada kepastian kapan berakhir, sehingga semua pihak harus bersiap,” ujarnya.

Ia meminta seluruh kader PKS di Sulawesi Tengah untuk memperkuat solidaritas sosial dan aktif membantu masyarakat dalam menghadapi potensi krisis. Menurutnya, gotong royong dan sinergi dengan pemerintah daerah menjadi kunci agar masyarakat tetap kuat di tengah tekanan ekonomi global.

“Kami minta seluruh pengurus PKS di daerah saling bahu-membahu, membantu masyarakat, dan bersinergi dengan pemerintah agar siap menghadapi situasi krisis,” katanya.

Al-Muzzammil juga menilai bahwa setiap krisis akan melahirkan budaya baru di masyarakat. Ia mencontohkan saat pandemi COVID-19, masyarakat mulai terbiasa dengan rapat daring dan pola kerja work from home (WFH).

Menurutnya, ancaman krisis energi juga harus direspons dengan perubahan pola hidup yang lebih hemat dan ramah lingkungan. Ia mendorong masyarakat untuk mendukung penggunaan transportasi listrik, membiasakan bersepeda, hingga lebih sering berjalan kaki dalam aktivitas sehari-hari.

“Semua kebijakan pemerintah terkait penghematan energi harus kita dukung. Kader PKS juga harus siap menjadi contoh dalam membangun budaya hidup hemat energi,” tuturnya.

Di akhir kegiatan, Al-Muzzammil menegaskan bahwa PKS akan terus mengambil peran dalam memperkuat persatuan bangsa, meningkatkan gotong royong, dan menjaga optimisme masyarakat menghadapi tantangan global. (KB)