Sabtu, 27 Juni 2026

Reses di Loli Tasiburi, Nasir Abdul Fattah Siap Perjuangkan Normalisasi Sungai hingga Bantuan Perahu Nelayan

Nasir
Anggota DPRD Donggala, Nasir Abdul Fattah, saat melaksanakan reses dan menyerap aspirasi masyarakat di Desa Loli Tasiburi, Kecamatan Banawa. FOTO: BIM

DONGGALA,netiz.id — Anggota DPRD Kabupaten Donggala dari Fraksi Perindo, Nasir Abdul Fattah, menyerap sejumlah aspirasi masyarakat saat melaksanakan kegiatan reses di Dusun Boya, Desa Loli Tasiburi, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Rabu (04/02/26).

Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan berbagai kebutuhan mendesak yang diharapkan mendapat perhatian pemerintah daerah.

Beberapa aspirasi yang disampaikan antara lain normalisasi sungai untuk mengantisipasi banjir, perbaikan drainase lingkungan, serta penyediaan sarana air bersih bagi masyarakat.

Selain itu, warga juga mengusulkan peningkatan kualitas jalan dan pemasangan penerangan menuju lokasi wisata air terjun yang dinilai memiliki potensi meningkatkan pendapatan desa.

Tidak hanya itu, masyarakat nelayan juga meminta bantuan perahu untuk mendukung aktivitas melaut, serta bantuan pengembangan usaha mikro bagi ibu-ibu rumah tangga.

Menanggapi hal tersebut, Nasir Abdul Fattah menegaskan seluruh aspirasi warga akan didata dan diperjuangkan melalui mekanisme pembahasan di DPRD Kabupaten Donggala.

“Memang tidak semua usulan bisa langsung kami penuhi. Namun seluruh aspirasi masyarakat akan kami tindak lanjuti dan dikoordinasikan dengan dinas terkait sesuai kewenangan,” ujarnya.

Nasir menjelaskan, sebelumnya Desa Loli Dondo telah menerima bantuan 10 unit perahu bagi nelayan. Pihaknya juga akan mengupayakan tambahan bantuan bagi tiga kelompok nelayan di Desa Loli Tasiburi yang hingga kini belum mendapatkan bantuan.

Ia juga menilai peningkatan akses jalan menuju lokasi wisata air terjun sangat penting karena berpotensi mendukung peningkatan ekonomi desa melalui pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Sementara terkait kebutuhan air bersih, Nasir menyebut sumber air di wilayah tersebut sebenarnya sudah tersedia, namun perlu pengelolaan yang lebih baik agar distribusinya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Menurutnya, salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah menyusun peraturan desa (Perdes) yang mengatur tata kelola pemanfaatan sumber air secara berkelanjutan.

“Kegiatan reses menjadi momentum penting bagi anggota dewan untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat di daerah pemilihan,” katanya.

Ia menegaskan akan terus memperjuangkan program-program prioritas yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat Desa Loli Tasiburi. (KB/*)