Sabtu, 30 Mei 2026
Daerah  

Menbud Fadli Zon Dorong Megalit Lore Lindu Menuju Warisan Dunia UNESCO

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon bersama Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid meninjau panel informasi situs megalitik di Laboratorium Megalitik Vatunonju, Desa Watunonju, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Selasa (30/12/25). FOTO: istimewa

SIGI,netiz.id — Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, mendorong kawasan megalitik Lore Lindu di Sulawesi Tengah untuk ditetapkan sebagai warisan budaya dunia UNESCO. Dorongan tersebut disampaikan saat meresmikan Laboratorium Megalitik Vatunonju di Desa Watunonju, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Selasa (30/12/25).

Peresmian laboratorium tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri Kebudayaan dan disaksikan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, Bupati Sigi, jajaran Forkopimda, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Laboratorium Megalitik Vatunonju dirancang sebagai fasilitas penyimpanan, penelitian, dan pusat informasi warisan megalitik kawasan Lore Lindu.

Menbud Fadli Zon menegaskan bahwa Sulawesi Tengah memiliki posisi yang sangat penting dalam sejarah peradaban manusia. Menurutnya, tinggalan megalitik di kawasan Lore Lindu bukan hanya aset daerah atau nasional, tetapi memiliki nilai universal yang layak diakui dunia internasional.

“Apa yang ada di Sulawesi Tengah menunjukkan bahwa Nusantara merupakan bagian dari peradaban yang sangat tua. Tinggalan megalitik Lore Lindu adalah bukti penting perjalanan panjang peradaban manusia dan layak kita dorong menuju penetapan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO,” ujar Fadli Zon.

Ia menjelaskan bahwa kawasan megalitik Lore Lindu saat ini telah masuk dalam tentative list warisan budaya dunia. Kehadiran Laboratorium Megalitik Vatunonju dinilai menjadi fondasi penting dalam penguatan perlindungan, pengelolaan, serta pengembangan data dan informasi arkeologis yang dibutuhkan untuk memenuhi standar pengakuan internasional.

Fadli Zon juga menekankan bahwa kebudayaan tidak hanya berkaitan dengan seni, tetapi mencakup bahasa, tradisi, ritus, manuskrip, pengetahuan lokal, hingga ekspresi kehidupan masyarakat adat. Pelestarian kebudayaan, menurutnya, akan berdampak langsung pada penguatan pariwisata budaya, ekonomi kreatif, dan kesejahteraan masyarakat.

“Budaya itu hulunya. Hilirnya adalah pariwisata, ekonomi budaya, dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu negara hadir untuk memajukan kebudayaan nasional sebagaimana amanat konstitusi,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pelestarian warisan budaya di daerahnya. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah siap mendukung penuh operasional Laboratorium Megalitik Vatunonju, termasuk penyediaan infrastruktur dasar dan fasilitas penunjang lainnya.

Menurut Anwar Hafid, laboratorium tersebut menjadi titik awal penting dalam upaya pelestarian dan pengembangan kawasan megalitik Sulawesi Tengah yang dikenal sebagai Negeri Seribu Megalit. Desa Watunonju, atau Nojuji dalam bahasa Kaili yang berarti lesung batu, disebut sebagai salah satu permukiman tertua di wilayah Sigi dan merupakan mata rantai penting sebaran situs megalitik dataran tinggi Sulawesi Tengah.

Laboratorium Megalitik Vatunonju ke depan direncanakan berkembang menjadi bagian dari kompleks pusat informasi sekaligus gerbang utama kawasan megalitik Sulawesi Tengah, guna memperkuat posisi daerah ini sebagai salah satu pusat studi peradaban kuno dunia. (KB/*)