Minggu, 21 Juni 2026

Wagub Reny Pastikan Korban Gempa Sulteng Dapat Layanan Kesehatan dan Bantuan Logistik

Wagub Reny
Wagub Sulteng, dr. Reny Lamadjido, menyapa dan memastikan kondisi korban gempa saat peninjauan di lokasi terdampak. FOTO: Biro Adpim Pemprov Sulteng

SIGI,netiz.idWakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny Lamadjido, bergerak cepat meninjau langsung kondisi masyarakat terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan sejumlah wilayah lainnya di Sulawesi Tengah pada Selasa (16/06/26).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh korban terdampak mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai serta bantuan logistik yang dibutuhkan selama masa tanggap darurat. Dalam peninjauannya, dr. Reny menyambangi sejumlah rumah sakit, puskesmas, hingga lokasi pengungsian dan permukiman warga yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Beberapa fasilitas kesehatan yang dikunjungi di antaranya RSUD Undata Palu, RS Madani, RS Anutapura, RS Torabelo, RSUD Kabelota, serta sejumlah puskesmas di wilayah terdampak. Di setiap lokasi, Wakil Gubernur memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan normal dan tenaga medis siap memberikan penanganan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Begitu gempa terjadi, kami langsung bergerak untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat dan kebutuhan dasar mereka dapat terpenuhi. Keselamatan warga menjadi prioritas utama pemerintah,” ujar dr. Reny Lamadjido saat melakukan peninjauan.

Selain sektor kesehatan, perhatian juga diberikan terhadap kebutuhan logistik masyarakat terdampak. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama instansi terkait telah menyalurkan bantuan berupa makanan siap saji, air bersih, selimut, tenda darurat, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya.

Di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, dr. Reny turut meninjau rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan akibat guncangan gempa. Ia berdialog langsung dengan masyarakat untuk mendengar kebutuhan mendesak sekaligus memastikan bantuan pemerintah tersalurkan dengan baik.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga mengerahkan alat berat guna membantu penanganan di lapangan, termasuk membuka akses jalan yang terdampak serta mendukung proses evakuasi dan distribusi bantuan ke wilayah yang sulit dijangkau.

Sementara itu, tim kesehatan terus disiagakan di sejumlah titik untuk memberikan pelayanan medis, baik kepada korban yang mengalami luka-luka maupun masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan pascagempa. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi munculnya gangguan kesehatan selama masa tanggap darurat.

“Kami ingin memastikan tidak ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan maupun bantuan logistik. Pemerintah akan terus hadir di tengah masyarakat sampai proses penanganan dan pemulihan berjalan dengan baik,” tegasnya.

Langkah cepat yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mendapat apresiasi dari masyarakat terdampak. Kehadiran langsung Wakil Gubernur di lokasi bencana dinilai memberikan semangat dan rasa aman bagi warga yang tengah menghadapi dampak gempa.

Melalui koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah, BPBD, tenaga kesehatan, aparat keamanan, dan relawan, proses tanggap darurat terus diintensifkan agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi serta pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan efektif. (KB/*)