DONGGALA,netiz.id – Kenaikan harga oli dan sejumlah suku cadang sepeda motor di Kabupaten Donggala tidak menyurutkan minat masyarakat untuk tetap melakukan perawatan kendaraan. Meski harga pelumas mengalami lonjakan cukup tinggi dalam beberapa bulan terakhir, warga tetap membeli oli demi menjaga kondisi mesin kendaraan tetap prima.
Saat ini, harga oli dan suku cadang motor dilaporkan mengalami kenaikan rata-rata antara 25 hingga 40 persen. Kondisi tersebut dipicu oleh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat serta naiknya harga bahan baku plastik dan minyak mentah dunia.
Kenaikan harga juga dirasakan pada oli mesin yang rata-rata naik sekitar Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per botol atau kemasan. Sementara beberapa komponen berbahan plastik dan karet seperti ban serta kampas rem turut mengalami penyesuaian harga.
Salah satu pengelola Toko Raja Makmur di Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Rizki Mawengkang, mengatakan lonjakan harga dipengaruhi oleh ketersediaan bahan baku dan ketergantungan sejumlah produsen terhadap pasokan impor.
Menurutnya, produsen yang masih bergantung pada bahan dasar (base oil) dari luar negeri lebih rentan mengalami kenaikan harga ketika terjadi gangguan distribusi maupun gejolak harga minyak dunia.
“Kalau yang bahan dasarnya masih impor, terutama dari luar negeri, saat pengiriman terganggu produksi juga ikut terdampak. Akhirnya stok terbatas dan harga ikut naik,” ujar Rizki kepada media ini pada Jum’at (22/05/26).
Ia menjelaskan, produk yang memiliki bahan dasar sendiri cenderung mengalami kenaikan harga yang tidak terlalu tinggi. Karena itu, kenaikan harga di pasaran tidak terjadi secara merata pada semua merek dan produk.
“Kenaikannya berbeda-beda, ada yang mencapai 25 sampai 40 persen, tetapi tidak semua produk mengalami kenaikan yang sama,” katanya.
Meski demikian, Rizki menilai daya beli masyarakat masih relatif stabil. Menurutnya, konsumen menganggap penggantian oli sebagai kebutuhan penting yang tidak bisa ditunda.
“Orang mau tidak mau tetap beli oli. Karena kalau tidak melakukan perawatan, biaya yang dikeluarkan nanti justru lebih besar kalau kendaraan sampai rusak,” jelasnya.
Selain oli, harga sejumlah suku cadang motor juga ikut naik meski tidak terlalu signifikan. Kenaikannya rata-rata berkisar 2 hingga 3 persen akibat meningkatnya biaya produksi.
Bagi sebagian masyarakat, kenaikan harga pelumas mungkin menambah beban pengeluaran. Namun menjaga kondisi kendaraan melalui perawatan rutin dinilai tetap menjadi prioritas agar terhindar dari kerusakan yang dapat menimbulkan biaya lebih besar di kemudian hari. (KB)






